Rupiah Hari Ini Berpotensi Cenderung Melemah

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS

TABLOIDELEMEN.com  – Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada perdagangan Selasa, 9 Juni 2026, berpotensi bergerak fluktuatif namun cenderung berakhir melemah pada rentang Rp18.200 hingga Rp18.350.

Berdasarkan data TradingView, mata uang Garuda terkoreksi 0,75 persen ke posisi Rp18.170 per dolar AS pada penutupan perdagangan Senin, 8 Juni 2026.

Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, menilai bahwa peningkatan sentimen risk-off global serta penguatan dolar AS memicu pelemahan rupiah.

Ketegangan konflik di Timur Tengah turut mendorong investor mengalihkan modal menuju aset aman.

“Rupiah melemah cukup besar di tengah sentimen risk-off global dan penguatan dolar AS. Dari domestik, sentimen yang berkembang masih berkaitan dengan krisis kepercayaan pasar serta menurunnya cadangan devisa,” ujar Lukman Leong.

Bacaan Lainnya
Milo

Kondisi ini selaras dengan depresiasi mayoritas mata uang Asia, seperti ringgit Malaysia yang merosot 1,12 persen dan yuan China sebesar 0,27 persen.

Lukman memperkirakan tekanan eksternal dari konflik Timur Tengah serta aksi jual saham teknologi global masih membayangi pergerakan pasar uang.

“Saya memperkirakan tekanan terhadap rupiah masih berlanjut pada perdagangan,” katanya.

Meskipun gejolak pasar keuangan menekan rupiah, Himpunan Kawasan Industri Indonesia (HKI) memandang situasi ini tidak mengurangi daya tarik investasi jangka panjang Indonesia.

Ketua Umum HKI, Sanny Iskandar (Ma’ruf), menegaskan bahwa perusahaan multinasional kini tengah meninjau ulang rantai pasok global, sehingga Indonesia berpeluang meraih investasi baru.

Fokus utama saat ini adalah mempercepat realisasi investasi melalui penyederhanaan regulasi, kepastian tata ruang, serta peningkatan infrastruktur.

Upaya tersebut menjadi kunci utama dalam memenangkan persaingan ekonomi global.

Karena investor pada dasarnya mencari tiga hal, kepastian, kecepatan, dan kemudahan. Ketika ketiga hal tersebut dapat konsisten.

HKI juga mengapresiasi otoritas keuangan yang terus menjaga stabilitas sistem keuangan nasional demi mempertahankan kepercayaan pasar.

“Maka Indonesia akan tetap kompetitif meskipun dunia sedang menghadapi tekanan ekonomi dan geopolitik,” kata Ma’ruf

 

 

Pos terkait

Milo