TABLOIDELEMEN.com – Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Yuliot Tanjung memastikan pemerintah terus mendorong peningkatan produksi minyak domestik serta optimalisasi kilang nasional.
Upaya ini bertujuan mengurangi ketergantungan pada impor akibat ketidakpastian pasokan energi global.
Selain itu untuk memperkuat pasokan dari dalam negeri ini mengemuka setelah nilai tukar rupiah melemah hingga menembus level Rp17.800 per dolar Amerika Serikat (AS)
“Semuanya itu demi mengawal stabilitas sektor energi nasional termasuk harga bahan bakar minyak (BBM),” katanya, Sabtu 30 Mei 2026.
“Jadi untuk kenaikan harga BBM yang untuk subsidi ini kan sudah sesuai perhitungan kita. Ada produksi dalam negeri yang kita dorong itu peningkatan. Kilang dalam negeri pun itu juga kita juga sudah siapkan,” kata Yuliot
Sebagai payung hukum, pemerintah telah menerbitkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 26 Tahun 2026 tentang Pengadaan Minyak Dalam Negeri.
Aturan tersebut mengatur pengadaan minyak mentah (crude), BBM jadi, hingga LPG dengan mengutamakan sumber pasokan lokal.
Melalui regulasi baru ini, Yuliot menyebut produksi minyak mentah dari kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) memperoleh prioritas utama demi memenuhi kebutuhan domestik saat pasokan global mengalami keterbatasan.
“Dan harganya itu sesuai dengan harga ICP, jadi untuk tidak merugikan perusahaan KKKS sendiri,” katanya.
Kendati mengandalkan pasokan domestik, pemerintah tetap membuka opsi impor minyak mentah dan BBM melalui BUMN seperti PT Pertamina (Persero) dan PT Pertamina Patra Niaga.
“Perpres tersebut memberi ruang bagi Badan Layuan Umum (BLU) sektor energi untuk mengeksekusi pengadaan darurat,” katanya.
“Jadi ini kita payungi jadi sehingga nanti tidak menimbulkan ada ruang permasalahan hukum di belakang hari,” ujar Yuliot.
Yuliot menjamin pasokan BBM nasional tetap aman meski kurs tengah bergejolak.
Cadangan operasional berbagai jenis BBM saat ini berada jauh di atas batas minimum.
“Kalau untuk ketersediaan BBM, ini kan kita ada indikator ketersediaan cadang operasional minimal. Ini cadangan minimal kita, cadangan yang ada saat ini jauh di atas cadangan minimal,” katanya.

Bagi saya yang juga seorang ibu rumah tangga, menulis dapat dijadikan media terapi. Berbagi cerita, mengungkapkan emosi, meredakan stres, dan melepaskan kebosanan.
Baca update artikel lainnya di Google News


















