Rupiah Melemah Hingga Level Rp14.000 Per Dolar Singapura

Mata uang rupiah mengalami tekanan hebat terhadap dolar Amerika Serikat maupun dolar Singapura sepanjang hari ini.
Mata uang rupiah mengalami tekanan hebat terhadap dolar Amerika Serikat maupun dolar Singapura sepanjang hari ini.

TABLOIDELEMEN.com – Mata uang rupiah mengalami tekanan hebat terhadap dolar Amerika Serikat maupun dolar Singapura sepanjang hari ini.

Bahkan, performa mata uang Garuda melemah sebesar 0,52 persen hingga menyentuh level Rp14.000 per dolar Singapura untuk pertama kalinya dalam sejarah.

Tekanan terhadap mata uang nasional sejatinya sudah berlangsung sejak beberapa waktu terakhir.

Pada akhir tahun 2025, kurs masih berada pada angka Rp12.957,64 per dolar Singapura, yang berarti rupiah telah merosot sekitar 7,97 persen sepanjang tahun berjalan.

Faktor stabilitas tinggi mata uang Negeri Singa tersebut sebagai salah satu instrumen keuangan paling aman di Asia turut memicu tren pelemahan ini.

Bacaan Lainnya
Milo

Dampak dari situasi tersebut membuat sejumlah jasa penukaran uang asing (money changer) memasang harga jual melebihi angka psikologis tersebut.

Sebagai contoh, Ayu Masagung Kwitang Jakarta Pusat menetapkan harga beli Rp13.950 dan harga jual Rp14.025.

Sementara itu, pedagang valuta asing Jatinegara Jakarta Timur mematok harga beli Rp13.910 serta harga jual Rp14.010.

Adapun Valutama Kwitang Jakarta Pusat menawarkan harga beli Rp13.850 dengan harga jual Rp13.900.

Kendati nilai tukar melonjak tajam, pasar belum menunjukkan pergerakan masif dari publik.

Jasa penukaran uang mengonfirmasi bahwa masyarakat belum ramai memburu dolar Singapura.

Baik demi kepentingan investasi masa depan maupun sebagai bekal persiapan liburan ke luar negeri.

Pos terkait

Milo