TABLOIDELEMEN.com- Mitsubishi Outlander PHEV memperkuat posisinya sebagai SUV plug-in hybrid yang tangguh untuk menjelajah medan semi off-road.
Kendaraan ini memanfaatkan kombinasi motor elektrik dan mesin bensin berkapasitas 2.0 liter.
Melalui sistem Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV), pengguna dapat mengisi daya baterai dengan mencolokkan listrik langsung ke mobil.
Sistem tersebut memungkinkan unit melaju murni mengandalkan tenaga baterai selama daya tersedia.
Baterai berkapasitas 12 kWh miliknya mampu mencapai pengisian 80 persen dalam waktu 25 hingga 30 menit melalui protokol CHAdeMO. Standar quick charging global ini memastikan pengisian daya berlangsung cepat dan efisien bagi para pemiliknya.
Dapur pacu kendaraan ini mengandalkan dua unit motor listrik yang tertanam pada sisi roda depan dan belakang.
Motor elektrik tersebut menyumbang tenaga 164 PS, sementara mesin bensin menghasilkan 118 PS.
Saat keduanya bekerja bersamaan, total tenaga yang mengalir ke semua roda mencapai angka 200 PS.
Performa tinggi dan teknologi canggih tersebut membuat harga Mitsubishi Outlander PHEV menyentuh angka 1,3 miliar rupiah.
Pengemudi memiliki tiga mode berkendara utama, yakni EV Mode, Hybrid Mode, dan Paralel Hybrid Mode.
Pada EV Mode, mobil melesat senyap hingga kecepatan 120 km/jam tanpa melibatkan mesin bensin.
Sementara itu, Hybrid Mode memfungsikan mesin sebagai generator pengisi baterai, dan Paralel Hybrid Mode mengaktifkan mesin untuk menggerakkan mobil saat akselerasi.
Semua sistem ini bekerja secara mandiri maupun otomatis sesuai kebutuhan pengemudi di lintasan.
Perawatan Baterai dan Sistem Penggerak Roda
Outlander PHEV mengusung sistem penggerak Super All Wheel Control (S-AWC) yang menjamin kestabilan di berbagai medan.
Mengingat kendaraan ini menggabungkan dua sumber tenaga, cara perawatannya pun memiliki kekhasan tersendiri.
Fitur khusus dalam sistem secara otomatis menurunkan level baterai secara bertahap guna mencegah kerusakan permanen.
Para pemilik perlu memeriksa pengukur tingkat energi setiap tiga bulan untuk menjaga performa optimal.
Pengisian daya sebaiknya menggunakan arus rendah atau home charging saat mobil terparkir dalam waktu lama.
Jika sering menggunakan quick charging, pemilik wajib melakukan normal-charge setidaknya dua minggu sekali demi menjaga kesehatan baterai jangka panjang.

Menulis itu tentang mau atau tidak. Saya meyakini hambatan menulis bukan karena tidak bisa menulis, tetapi karena merasa tidak bisa menulis dengan baik
Baca update artikel lainnya di Google Berita





















