Pemkab Purbalingga Targetkan Bebas Residu TPA Melalui Gerakan SIPLAH
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Purbalingga, Mukodam, hadir mewakili Bupati Purbalingga Fahmi Muhammad Hanif untuk memberikan pengarahan.
Mukodam menekankan bahwa penanganan limbah tidak cukup sekadar mengangkut sampah ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA).
Dari total 500 ton potensi sampah harian di Purbalingga, TPA Kalipancur hanya menampung sekitar 115 ton.
Sebagian besar sampah mengalir ke tempat pemulung, bank sampah, maupun fasilitas TPS3R olahan KSM dan KPS.
Peran kelompok pengelola sampah tingkat desa dan kelurahan menjadi sangat krusial karena beroperasi paling dekat dengan sumber limbah.
“Peran panjenengan sungguh sangat penting membantu membersihkan Purbalingga dari sampah dan menjaga kelestarian lingkungan,” kata Mukodam.
Pemkab Purbalingga mematok target besar pada 2028 agar TPA Kalipancur hanya menerima sisa residu akhir pengolahan.
DLHPKP meluncurkan gerakan SIPLAH (Siap Pilah Olah Sampah) serta program ORBIT (Organik Bersih Terolah) demi mempercepat pencapaian target tersebut.
Melalui SIPLAH, warga mengumpulkan botol plastik hasil pemilahan ke dalam drop box khusus sebelum menjualnya ke pengepul melalui bank sampah.
Pemerintah telah menyebarkan 20 unit drop box percontohan di berbagai kantor OPD dan kawasan publik.
Sementara itu, program ORBIT mendorong pengolahan sampah organik seperti sisa makanan dan ranting menjadi kompos menggunakan sumur resapan biopori.

Menulis itu tidak selalu dengan paragraf-paragraf yang panjang. Menulislah tentang perasaan kita dan tentang apa yang ada dipikiran kita. Tanpa tersadar, kita sesungguhnya telah menulis.
Baca update artikel lainnya di Google Berita





















