TABLOIDELEMEN.com – Bupati Purbalingga Fahmi Muhammad Hanif resmi melantik 213 pejabat struktural di lingkungan Pemerintah Kabupaten Purbalingga.
Langkah penataan birokrasi ini mencakup pelantikan satu pejabat eselon IIIA, 17 pejabat eselon IIIB, 132 pejabat eselon IVA, serta 63 pejabat eselon IVB.
Melalui momen ini, Bupati Fahmi menekankan agar seluruh aparatur yang baru mengambil sumpah jabatan tidak sekadar menjalankan rutinitas administratif biasa.
“Bapak dan ibu harus menghasilkan kinerja yang memberikan dampak nyata dan manfaat bagi masyarakat,” katanya di Pendapa Dipokusumo, Jumat 14 Agustus 2026.
Fokus Evaluasi Kinerja dan Orientasi Pelayanan Publik
Bupati Fahmi menegaskan bahwa keberhasilan seorang pejabat tercermin dari peningkatan kualitas pelayanan publik secara langsung.
Menurutnya, masih banyak ruang untuk berimprovisasi demi menghadirkan inovasi yang bermanfaat luas bagi warga.
Oleh karena itu, Pemkab Purbalingga bakal menerapkan mekanisme penilaian kinerja secara berkala setiap enam bulan sekali.
Evaluasi tersebut berlaku menyeluruh bagi seluruh ASN dengan mengukur empat aspek utama, yaitu kinerja, integritas, kemampuan, serta loyalitas.
“Kinerja atau performance terlihat dari output. Sehingga bapak ibu bisa memberikan output terbaik yang berdampak kepada masyarakat,” kata Fahmi.
Fahmi menambahkan bahwa loyalitas ASN wajib berorientasi pada kepentingan masyarakat Purbalingga, bukan sekadar kepada pimpinan birokrasi semata.
Pengawasan Integritas dan Transparansi Kewenangan
Selain menuntut hasil kerja tinggi, Bupati Fahmi mengimbau para pejabat untuk senantiasa menjaga integritas dalam menjalankan tugas.
Demi menjamin transparansi pemerintahan, ia membuka ruang pengaduan langsung bagi masyarakat yang menemukan dugaan pelanggaran atau penyalahgunaan wewenang.
“Bisa laporkan langsung ke saya lewat LaporMasbup,” kata Fahmi.
Agenda pelantikan ini turut menghadirkan Wakil Bupati Purbalingga Dimas Prasetyahani, Sekda Herni Sulasti, jajaran asisten, kepala organisasi perangkat daerah, camat, hingga kepala bagian di lingkungan Setda Purbalingga.

Menulis itu tentang mau atau tidak. Saya meyakini hambatan menulis bukan karena tidak bisa menulis, tetapi karena merasa tidak bisa menulis dengan baik
Baca update artikel lainnya di Google Berita




















