TABLOIDELEMEN.com – Sekretaris Daerah Purbalingga, Herni Sulasti, menyatakan bahwa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purbalingga bakal mengikuti arahan Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi.
Arahan itu mengenai rencana kewajiban bersepeda ke kantor bagi aparatur sipil negara (ASN) sebanyak satu hari dalam sepekan.
Langkah ini merupakan bagian dari upaya kolektif pemerintah dalam menekan emisi gas buang sekaligus mempromosikan gaya hidup sehat di lingkungan birokrasi.
Pernyataan tersebut mengemuka usai kegiatan Apel dan Silaturahmi ASN Tingkat Kabupaten Purbalingga yang berlangsung di Alun-alun Purbalingga, Selasa 31 Maret 2026.
Herni menjelaskan bahwa sinkronisasi kebijakan antara pemerintah provinsi dan kabupaten menjadi kunci utama dalam mencapai target-target pembangunan daerah yang berkelanjutan.
Pemkab Purbalingga saat ini tengah menyusun teknis pelaksanaan agar aturan tersebut dapat berjalan efektif tanpa mengganggu produktivitas kerja para pegawai.
“Kami akan menyesuaikan dengan kebijakan dan arahan pemerintah provinsi,” kata Herni Sulasti di hadapan awak media.
Selain isu transportasi hijau, Pemkab Purbalingga juga sedang mendalami wacana penerapan sistem kerja fleksibel atau work from home (WFH).
Herni menyebut bahwa tim teknis masih melakukan kajian mendalam dengan mempertimbangkan karakteristik wilayah dan kebutuhan rill setiap instansi.
Kajian ini muncul sebagai respons strategis terhadap dinamika geopolitik global yang memicu perlunya efisiensi anggaran di berbagai sektor pemerintahan.
ASN Bersepeda ke Kantor
Pemerintah daerah berupaya melakukan penghematan pada pos-pos belanja operasional yang tidak mendesak demi menjaga stabilitas fiskal kabupaten.
Meskipun langkah penghematan tengah berlangsung secara masif, Herni memberikan jaminan bahwa sektor pelayanan publik tidak akan mengalami gangguan.
Pemerintah tetap mengalokasikan sumber daya secara maksimal untuk memastikan warga mendapatkan hak-hak pelayanan mereka secara prima.
“Fokus utama efisiensi menyasar pada pos-pos administratif dan kegiatan internal yang memungkinkan untuk mendapat perampingan tanpa mengurangi substansi kinerja,” katanya.
Menurutnya, efisiensi tetap kita lakukan di berbagai bidang. Tetapi tidak pada kegiatan yang berkaitan langsung dengan pelayanan masyarakat.
“Kami berharap seluruh ASN dapat menerima perubahan ini sebagai bentuk transformasi birokrasi yang lebih modern, ramping, dan lincah dalam melayani kepentingan publik di masa depan,” katanya.

Menulis itu tidak selalu dengan paragraf-paragraf yang panjang. Menulislah tentang perasaan kita dan tentang apa yang ada dipikiran kita. Tanpa tersadar, kita sesungguhnya telah menulis.
Baca update artikel lainnya di Google Berita



















