TABLOIDELEMEN.com – Pemerintah Kabupaten Purbalingga tengah mempersiapkan pembentukan Forum Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Badan Usaha.
Forum ini mengemban misi selaku wadah sinergi antara pemerintah daerah dan dunia usaha guna memperkuat upaya penanggulangan kemiskinan.
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretaris Daerah Kabupaten Purbalingga, Suroto, menyampaikan rencana tersebut dalam kegiatan bersama Forum HRD Purbalingga di Aula Dinperinnaker Kabupaten Purbalingga, Rabu 17 Juni 2026
Langkah ini menjadi instrumen penting guna mengimplementasikan Peraturan Daerah Nomor 10 Tahun 2023, sekaligus menyokong gerakan “Purbalingga Gotong Royong”.
Melalui Forum TJSL ini, nanti pihaknya akan menyodorkan kebutuhan-kebutuhan pemerintah daerah.
“Terutama dalam penanggulangan kemiskinan di 26 desa prioritas, tanpa mengurangi kebebasan bapak dan ibu untuk memprioritaskan keluarga karyawan maupun lingkungan perusahaan,” kata Suroto.
Menurutnya, upaya ini merespons angka kemiskinan Purbalingga pada 2025 yang menyentuh 12,55 persen.
Menyiasati keterbatasan fiskal daerah, Pemkab Purbalingga menetapkan 26 desa prioritas di 14 kecamatan.
“Kami targetkan untuk menerima intervensi sosial melalui sumber pembiayaan non-APBD, termasuk kontribusi badan usaha dan lembaga zakat,” katanya.
Suroto mencatat total realisasi CSR perusahaan periode 2021–2025 mencapai Rp4,762 miliar, modal besar untuk kolaborasi yang lebih terstruktur.
Lebih lanjut, Suroto menegaskan bahwa Perda Nomor 10 Tahun 2023 membawa perubahan regulasi yang menguntungkan dunia usaha.
Aturan baru tersebut membebaskan perusahaan dari kewajiban menyetorkan dana CSR kepada pemerintah daerah.
Meniadakan keterlibatan lembaga swadaya masyarakat selaku penerima, serta menghapus potongan biaya operasional.
Perusahaan memiliki keleluasaan penuh mengeksekusi program secara mandiri maupun berkolaborasi.
Pemkab Purbalingga juga menyiapkan aplikasi SiPinter (Sistem Informasi Pelaporan Intervensi Penanggulangan Kemiskinan Terpadu) guna menjamin akuntabilitas.
“Semangat yang ingin kita bangun adalah gotong royong. Ketika pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat bergerak Bersama. Maka upaya penanggulangan kemiskinan akan menjadi lebih kuat dan berkelanjutan,” pungkasnya.

Satu di antara cara untuk mendapatkan hasil menulis yang maksimal adalah dengan melihatnya sebagai sebuah petualangan.
Hanya dengan berpetualangan, saya mengetahui dan menemukan keberagaman materi tulisan.
Baca update artikel lainnya di Google Berita


















