Mahasiswa KKN Tematik UMP Ciptakan Inovasi Rocket Stove Solusi Atasi Sampah dan Asap di Desa Pekunden

Mahasiswa KKN Tematik Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) Kelompok 121 berhasil merealisasikan program pembuatan rocket stove di Desa Pekunden, Kecamatan Banyumas, Kabupaten Banyumas. Foto : Aulia Febby
Mahasiswa KKN Tematik Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) Kelompok 121 berhasil merealisasikan program pembuatan rocket stove di Desa Pekunden, Kecamatan Banyumas, Kabupaten Banyumas. Foto : Aulia Febby

TABLOIDELEMEN.com – Mahasiswa KKN Tematik Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) Kelompok 121 berhasil merealisasikan program pembuatan rocket stove di Desa Pekunden, Kecamatan Banyumas, Kabupaten Banyumas.

Program ini menjadi upaya nyata masyarakat dalam meningkatkan kesadaran lingkungan sekaligus menghadirkan teknologi tepat guna untuk mengelola limbah di desa wisata kreatif tersebut.

Pembangunan sarana ini berlangsung sejak 11 hingga 22 Agustus 2026 di area TPU Depok, belakang Balai Desa Pekunden.

Pemilihan lokasi strategis tersebut bertujuan menjaga pemukiman warga dari gangguan asap.

Letak TPU Depok yang berada di tengah wilayah RW memberikan kemudahan akses bagi warga dari berbagai RT.

Bacaan Lainnya
81 Tahun RI

Sehingga operasional rocket stove berjalan optimal serta memberikan manfaat luas.

Keunggulan Teknologi Pembakaran Sampah Hemat Bahan Bakar

Mahasiswa Peserta KKN, Aulia Febby, menjelaskan teknologi rocket stove mengusung ruang bakar vertikal dengan sirkulasi udara yang sangat optimal.

Pembakaran berlangsung secara sempurna, menghemat bahan bakar, serta menghasilkan asap yang jauh lebih sedikit.

“Berbagai bahan biomassa seperti ranting, daun kering, sekam, hingga limbah organik dapat menjadi bahan bakar utama alat ini,” tutur Aulia Febby, Senin 24 Agustus 2026.

Menurutnya, program ini lahir dari observasi langsung terhadap permasalahan lingkungan setempat.

Pengelolaan sampah nonorganik, terutama dari aktivitas sektor wisata kuliner, memang masih menjadi tantangan utama warga.

“Melalui rocket stove ini, kami menghadirkan alternatif pembakaran terkontrol, minim asap, dan ramah lingkungan untuk meningkatkan kesadaran warga akan pengelolaan sampah berkelanjutan,” kata Aulia Febby.

Gotong Royong Warga Mewujudkan Desa Wisata Hijau Terintegrasi

Ia menambahkan, proses pembuatan instalasi ini berjalan secara gotong royong dengan melibatkan warga setempat.

Material utama berupa bata ringan (hebel) berlapis mortar semen serta konstruksi besi penopang membuat bangunan ini kokoh dan tahan lama.

Pembangunan mencakup pondasi, ruang bakar vertikal, serta cerobong asap yang membentuk aliran udara alami (natural draft) tanpa memerlukan energi listrik.

“Uji coba menunjukkan efisiensi pembakaran meningkat dua kali lipat dari pembakaran terbuka, dengan sisa abu lebih sedikit dan asap lebih tipis,” kata Aulia Febby.

Mahasiswa KKN Tematik UMP Kelompok 121 berharap fasilitas ini memberikan kontribusi nyata bagi kelestarian lingkungan Desa Pekunden.

Masyarakat serta pengelola desa wisata dapat memanfaatkan keberadaan sarana tersebut secara berkelanjutan.

“Program ini menjadi langkah konkret mewujudkan Desa Pekunden yang lebih bersih, hijau, dan berkelanjutan,” kata Aulia Febby.

Perangkat Desa Pekunden, Winarko, menyambut positif kehadiran inovasi mahasiswa KKN Tematik UMP tersebut.

Desa Pekunden sendiri merupakan desa wisata berbasis kreatif yang menorehkan prestasi sebagai juara dua Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2023 serta masuk jajaran 75 Besar ADWI 2023.

“Kami sangat mengapresiasi inisiatif mahasiswa UMP. Alat ini membantu mengelola sampah dan sejalan dengan visi kami menjadikan Pekunden sebagai desa wisata yang bersih, sehat, dan ramah lingkungan,” kata Winarko.

 

 

Pos terkait

Acer2026