TABLOIDELEMEN.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purbalingga mulai mematangkan persiapan pesta demokrasi tingkat desa menjelang pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak tahun 2026.
Sebanyak 184 desa terjadwal akan menggelar pemungutan suara guna memilih pemimpin baru, dengan 45 desa di antaranya tersebar pada wilayah Kecamatan Bojongsari, Padamara, Kutasari, dan Kalimanah.
Momentum krusial ini mengemuka saat berlangsungnya acara Halalbihalal bersama aparatur pemerintah dan tokoh masyarakat di Pendopo Kecamatan Bojongsari, Selasa 7 April 2026.
Camat Bojongsari, Widodo Panca Nugraha, mewakili aspirasi empat kecamatan tersebut mengajak seluruh elemen warga memperkuat fondasi kekompakan.
Ia memandang gotong royong sebagai prasyarat mutlak bagi keberlanjutan program pembangunan daerah.
“Pembangunan tidak akan berjalan maksimal tanpa sinergitas dan kolaborasi,” tegas Widodo.
Selain menyoroti aspek kerukunan, Widodo memberikan instruksi khusus kepada para kepala desa yang segera menuntaskan masa baktinya.
Ia meminta para petahana memanfaatkan sisa waktu jabatan secara produktif demi kepentingan publik.
Integritas kerja harus tetap terjaga agar transisi kepemimpinan tidak menghambat alur pelayanan administratif masyarakat.
“Menjaga kinerja hingga akhir masa jabatan, agar program pembangunan tetap berjalan efektif dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” tambahnya.
Widodo juga menyerukan agar semangat persatuan ini meresap hingga ke struktur terkecil, yakni tingkat Rukun Tetangga (RT).
“Yang penting kompak, bersatu, dan bergotong royong,” ucapnya dengan nada tegas.
Sinergi Menghadapi Tantangan Global
Bupati Purbalingga, Fahmi Muhammad Hanif, yang hadir dalam kesempatan itu tersebut menaruh harapan besar agar Pilkades mendatang berlangsung tanpa kendala berarti.
Fahmi mengakui bahwa pemerintah masih memikul beban pekerjaan rumah yang cukup berat untuk memenuhi ekspektasi konstituen.
“Kami memahami bahwa PR kita masih banyak. Permasalahan, kebutuhan, dan harapan masyarakat masih sangat banyak yang belum terealisasi. Sehingga kami berharap ke depannya bertahap terwujud,” ungkap Fahmi.
Bupati Fahmi juga mengingatkan bahwa kondisi anggaran daerah saat ini tengah menghadapi tekanan akibat dinamika ekonomi nasional serta pengaruh geopolitik global yang tidak menentu.
Meskipun tantangan finansial membayangi, ia tetap optimistis bahwa kerja sama lintas sektoral antara kabupaten, kecamatan, dan desa sanggup menghasilkan solusi konkret.
“Saya meyakini melalui support dari masyarakat, pemerintahan kecamatan dan desa. Apa kebutuhan masyarakat kita carikan solusi bersama,” pungkasnya menutup diskusi.

Menulis itu tentang mau atau tidak. Saya meyakini hambatan menulis bukan karena tidak bisa menulis, tetapi karena merasa tidak bisa menulis dengan baik
Baca update artikel lainnya di Google Berita


















