TABLOIDELEMEN.com – Museum Prof Dr R Soegarda Poerbakawatja Purbalingga kembali mengajak pelajar menjelajahi dunia purbakala melalui program Arkeolog Cilik.
Melalui Arkeolog Cilik, museum tidak hanya menjadi tempat menyimpan koleksi, tetapi juga ruang belajar yang mengajak generasi muda mengenal, menghargai, dan menjaga warisan sejarah.
Puluhan siswa sekolah dasar merasakan pengalaman belajar sejarah secara langsung lewat simulasi ekskavasi, konservasi, hingga rekonstruksi miniatur tulang dinosaurus.
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Purbalingga menggelar program tersebut untuk meningkatkan daya tarik museum sebagai pusat pembelajaran sejarah.
Kegiatan memanfaatkan Dana Alokasi Khusus (DAK) nonfisik BOP Museum dan Taman Budaya Tahun Anggaran 2026.
Peserta berasal dari 18 SD yang mewakili 18 kecamatan se-Kabupaten Purbalingga.
Setiap sekolah mengirimkan dua kelompok, dengan masing-masing kelompok beranggotakan tiga siswa serta pendampingan dua guru.
Kepala Bidang Kebudayaan Dindikbud Purbalingga, Wasis Andri Wibowo, mengatakan program Arkeolog Cilik bertujuan meningkatkan minat kunjungan ke museum sekaligus mendorong kreativitas dan keterlibatan pelajar.
“Animonya luar biasa, karena kegiatan ini sifatnya sangat edukatif,” ujar Wasis.

Bagi saya yang juga seorang ibu rumah tangga, menulis dapat dijadikan media terapi. Berbagi cerita, mengungkapkan emosi, meredakan stres, dan melepaskan kebosanan.
Baca update artikel lainnya di Google News























