TABLOIDELEMEN.com – Pagelaran Kembaran Festival 2 di Desa Cipawon, Kecamatan Bukateja, Kabupaten Purbalingga, berlangsung meriah.
Kegiatan kolaborasi PAGAR MATARAM PURBALINGGA bersama Gerakan Pemuda Kembaran dan mahasiswa KKN Unit 58 UIN Saizu Purwokerto tersebut menghadirkan berbagai elemen masyarakat dari rombongan adat nusantara.
Rangkaian acara pembuka berupa kirab budaya, doa bersama, sarasehan, serta pentas seni pewayangan.
Barisan peserta kirab mulai bergerak dari titik sekitar TK Diponegoro 2, Pertigaan Dusun Kembaran Barat, Desa Cipawon, dengan mengelilingi jalan perkampungan setempat.
Oleh karenaitu, panitia menghadirkan Marching Band Gita Nawa Kartika MTs NU Kutawis di barisan terdepan pengiring rombongan pawai.
Sejumlah tokoh penting, termasuk Ketua MWCNU Bukateja H. Sumarno dan Sekretaris LP Maarif NU Purbalingga Hidayat Sibyan, menyempatkan hadir menyaksikan kemeriahan acara pembuka tersebut.
Sedangkan pada malam harinya, panitia menggelar acara doa bersama yang khidmat di Graha Budaya PAKEM.
Perwakilan Keraton Surakarta Panembahan Candra Malik, KRHA Sastronegoro, jajaran Muspika Bukateja, Kepala Desa Cipawon H. Segyo Setiadi, serta para pegiat budaya dari berbagai kota turut meramaikan sarasehan budaya dengan tema pemanfaatan kebudayaan di tengah kehidupan masyarakat.
Dukungan Tokoh dan Semangat Kebangsaan
Hadi Hutama selaku tuan rumah menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan budaya lintas elemen tersebut di Graha Budaya PAKEM.
“Kegiatan ini mempertemukan budaya dan elemen elemen masyarakat di Purbalingga Raya . Menjadi wadah bersama untuk merajut kebhinekaan dalam bingkai kenusantaraan dan telah mendapat dukungan dari Ketua NU ranting Cipawon, Kyai Idris Sururi ” ungkap Hadi Hutama.
Sementara, Ketua panitia Chairul Irfan menambahkan bahwa kegiatan kebudayaan memberikan nilai positif bagi persatuan warga masyarakat luas.
”Terimakasih kepada dosen UIN Saizu yang nanti mengisi sarasehan, KKN Saizu, serta berbagai pihak yang telah mendukung acara ini,” ungkap Chairul Irfan.
Perwakilan Pemerintah Desa Cipawon Imam Sukoyo turut memberikan apresiasi serupa atas kolaborasi masyarakat dan pemerintah daerah.
“Adat dan budaya itu sudah diwieiti oleh Sunan Kalijogo, paduan agama dan budaya sudah terbentuk sejak dahulu. Terima kasih atas pemerintah desa dan mendukung acara tersebut,” sambut Imam Sukoyo.

Meletakkan literasi digital menjadi urgensi, sebagai upaya transformasi untuk menghasilkan talenta digital dan menjadi rujukan informasi yang ramah anak, aman tanpa konten negatif.
Baca update artikel lainnya di Google News












