Pembinaan Intensif BIPA UMP Membuah Hasil Manis
Kepala Program BIPA UMP, Titik Wahyuningsih, S.S., M.Hum. menjelaskan keberhasilan dua mahasiswa UMP tersebut tidak hadir secara instan.
Sebelum melaju ke tahap seleksi FHI 2026, keduanya menjalani persiapan intensif selama sekitar satu bulan bersama tim pengajar Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) UMP.
“Setelah dinyatakan lolos ke babak final, persiapan kembali dilakukan secara lebih intensif selama sekitar satu setengah bulan. Shaka dan Agadouf mendapatkan pendampingan dari para pengajar BIPA UMP,” ungkap Titik.
Pendampingan tersebut mengasah kemampuan berbahasa sekaligus menggembleng kesiapan peserta menampilkan bahasa melalui seni budaya.
Shaka mematangkan penampilannya untuk kategori bernyanyi, sedangkan Agadouf menggembleng diri untuk kategori berpantun yang menuntut penguasaan tradisi sastra lisan Nusantara.
“Keikutsertaan mahasiswa internasional UMP dalam FHI juga menjadi bagian dari proses pembelajaran bahasa Indonesia di lingkungan kampus.
Melalui program BIPA, mahasiswa asing tidak hanya belajar menggunakan bahasa Indonesia untuk berkomunikasi dalam kehidupan akademik dan sehari-hari, tetapi juga mengenal lebih dekat budaya Indonesia,” tambahnya.

Awali dengan kepedulian, niscaya akan menjadi gagasan dalam menulis.
Baca update artikel lainnya di Google Berita





















