Dosen UMP Dampingi Pokdarwis Olah Buah Naga Desa Pekunden

Tim dosen UMP mendampingi Pokdarwis Wisanggeni mengolah buah naga menjadi produk oleh-oleh khas Desa Wisata Pekunden
Tim dosen UMP mendampingi Pokdarwis Wisanggeni mengolah buah naga menjadi produk oleh-oleh khas Desa Wisata Pekunden

TABLOIDELEMEN.com – Tim dosen Universitas Muhammadiyah Purwokerto mendampingi Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Wisanggeni mengolah buah naga menjadi produk oleh-oleh khas.

Pengabdian ini berlangsung selama dua hari pada Sabtu, 15 Agustus 2026 hingga Minggu, 16 Agustus 2026 di Banyumas.

Warga setempat memanfaatkan seluruh bagian buah naga menjadi teh celup, dodol lezat, stik renyah, hingga es krim segar.

Muhammad Amir Biky memimpin tim dosen ini bersama Anintya Wanda Permana dan Aditya Singgih Raharjo secara sangat aktif.

Program Pemberdayaan Ekonomi Lokal Desa Wisata

Bacaan Lainnya
81 Tahun RI

Muhammad Amir Biky menjelaskan bahwa program ini bertajuk Peningkatan Kapasitas Pokdarwis Pekunden Berbasis Diversifikasi Produk Wisata Lokal.

Kegiatan ini masuk ruang lingkup Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat melalui Skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat yang memicu pertumbuhan ekonomi.

“Langkah ini menghubungkan potensi lokal, pariwisata, inovasi produk, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat,” ujar Muhammad Amir Biky penuh semangat.

Penjualan buah segar saja tidak cukup, sehingga sentuhan inovasi pengolahan serta kemasan meningkatkan nilai jual komoditas tersebut.

Diversifikasi Produk Turunan Olahan Buah Naga

Tim pendamping mengajarkan teknik mengemas teh celup, dodol, stik, serta es krim secara menarik dan juga profesional.

“Harapannya pendampingan ini memperkuat daya tarik wisata sekaligus menggerakkan roda ekonomi lokal secara mandiri,” lanjut Muhammad Amir Biky.

Kepala Desa Pekunden, Suranto, memberi apresiasi tinggi atas keterlibatan perguruan tinggi dalam mengembangkan potensi desa wisata secara nyata.

Pengetahuan serta keterampilan praktis dari para akademisi memberikan dampak langsung yang sangat bermanfaat bagi seluruh warga desa.

Strategi Pemasaran Digital dan Legalitas Produk

“Pendampingan tidak hanya berfokus pada cara membuat produk,” kata Suranto saat memberikan keterangan resmi kepada media massa.

Program ini mencakup pembuatan kemasan menarik, pengurusan legalitas resmi, hingga pemanfaatan platform e-commerce untuk perluasan jaringan pemasaran.

Ketua Pokdarwis Pekunden, Rudi Pamungkas, menilai inovasi kreatif tersebut membuka peluang besar bagi kemajuan pesat desa wisata.

Pihaknya merasa sangat bersyukur atas ilmu serta pelatihan praktis yang tim dosen berikan selama kegiatan berlangsung.

Inovasi Oleh-oleh Khas 

Keberadaan produk olahan menjaga potensi ekonomi buah naga saat tanaman tidak masuk musim berbuah secara optimal harian.

“Pelatihan pembuatan teh celup, dodol, stik, dan es krim sangat aplikatif,” pungkas Rudi Pamungkas saat menutup acara.

Inovasi baru ini memperkaya variasi oleh-oleh khas yang siap menyambut para wisatawan di Desa Wisata Pekunden mendatang.

Masyarakat kini mampu mengelola usaha secara mandiri demi meningkatkan kesejahteraan ekonomi keluarga di wilayah Banyumas tersebut.

Pos terkait

Acer2026