Melihat Buah Tangan Khas Desa Pekunden Olahan Buah Naga Anggota Pokdarwis Wisanggeni  

Buah naga merupakan buah tropis kaya serat, vitamin C, antioksidan, serta mineral yang sangat menyehatkan tubuh manusia.
Buah naga merupakan buah tropis kaya serat, vitamin C, antioksidan, serta mineral yang sangat menyehatkan tubuh manusia.

TABLOIDELEMEN.com – Buah naga merupakan buah tropis kaya serat, vitamin C, antioksidan, serta mineral yang sangat menyehatkan tubuh manusia.

Masyarakat anggota Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Wisanggeni Desa Pekunden Banyumas kini mengubah buah segar tersebut menjadi oleh-oleh khas daerah.

Rudi Pamungkas selaku Ketua Pokdarwis Pekunden mengutarakan bahwa warga mulai mengembangkan komoditas lokal menjadi beragam produk olahan bernilai ekonomi tinggi.

“Inovasi produk tersebut membuka peluang baru bagi pengembangan desa wisata,” kata Rudi Pamungkas saat memberikan penjelasan.

Pelatihan Praktis Dosen UMP untuk Pokdarwis

Langkah kreatif warga hadir berkat program pelatihan praktis dari tim dosen Universitas Muhammadiyah Purwokerto.

Bacaan Lainnya
81 Tahun RI

Anggota Pokdarwis mempelajari cara mengolah buah naga menjadi teh celup, dodol lezat, stik renyah, hingga es krim segar.

“Ini menjadi inovasi baru bagi kami dalam mengembangkan variasi oleh-oleh khas Desa Wisata Pekunden,” lanjut Rudi Pamungkas.

Muhammad Amir Biky selaku Ketua Tim Pengabdian UMP menilai diversifikasi produk sanggup meningkatkan nilai tambah komoditas serta memperkuat daya tarik wisata.

Pengolahan dan Pengemasan Produk Olahan Unggulan

Penjualan buah segar saja tidak cukup bagi kemajuan ekonomi warga Desa Wisata Pekunden secara berkelanjutan.

Sentuhan inovasi pengolahan, desain kemasan menarik, serta strategi pemasaran tepat mengubah komoditas ini menjadi produk wisata bernilai tinggi.

“Inovasi yang kami hadirkan dengan fokus optimalisasi komoditas unggulan desa, yaitu buah naga,” tegas Muhammad Amir Biky.

Tim pengabdian membimbing masyarakat serta Pokdarwis Wisanggeni mengolah hingga mengemas teh celup, dodol, stik, dan es krim buah naga.

Kolaborasi Lintas Keilmuan dan Mahasiswa KKN

Kolaborasi lintas keilmuan dosen UMP memberikan pendampingan dari sisi pengembangan produk, kemasan, hingga kesiapan pemasaran.

Keterlibatan mahasiswa KKN Tematik UMP turut memperkuat pendampingan ini sekaligus memberikan mereka pengalaman praktik lapangan secara nyata.

“Sementara masyarakat mendapatkan mitra untuk mengembangkan inovasi berbasis kebutuhan desa,” pungkas Muhammad Amir Biky mengakhiri pembicaraan.

 

 

Pos terkait

Acer2026