TABLOIDELEMEN.COM – Prestasi membanggakan kembali diraih Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP).
Kali ini kabar sukacita datang dari lapangan hijau setelah PS UMP berhasil keluar sebagai Juara 1 Liga 1 Kompetisi Liga Internal PSSI Kabupaten Banyumas Piala Bupati Banyumas.
Gelar tersebut menjadi capaian penting bagi PS UMP karena Liga 1 merupakan kasta tertinggi dalam kompetisi internal PSSI Kabupaten Banyumas.
Kompetisi sepak bola di Banyumas saat ini terbagi dalam Liga 1, Liga 2, dan Liga 3, sehingga keberhasilan menjadi kampiun menempatkan PS UMP di puncak persaingan sepak bola daerah.
Keberhasilan tersebut menunjukkan bahwa UMP tidak hanya konsisten membangun prestasi akademik, penelitian, dan inovasi.
Tetapi juga memberi ruang luas bagi pengembangan potensi olahraga mahasiswa.
Pembina PS UMP, Dr. Yudha Febrianta, M.Or., AIFO, mengapresiasi kerja keras seluruh pemain, pelatih, ofisial, serta pihak yang memberikan dukungan penuh.
“Alhamdulillah, capaian Juara 1 Liga 1 PSSI Kabupaten Banyumas ini tentu menjadi kebanggaan bagi kami,” katanya
“Apalagi Liga 1 merupakan kasta tertinggi dalam kompetisi internal PSSI Banyumas. Prestasi ini tidak datang secara instan, tetapi melalui proses latihan, kedisiplinan, kerja keras, dan kekompakan seluruh tim,” imbuh Yudha.
Wadah Pembinaan Talenta Sepak Bola Kampus
Ia menegaskan, PS UMP berdiri bukan sekadar untuk meramaikan kompetisi, melainkan menjadi wadah pembinaan bagi mahasiswa agar dapat berkembang secara terarah.
“Kami ingin PS UMP menjadi tempat bertumbuh bagi para pemain. Sepak bola mengajarkan banyak hal, mulai kerja sama, mental bertanding, kepemimpinan hingga bagaimana menghargai sebuah proses. Nilai-nilai tersebut juga penting dalam membentuk karakter mahasiswa,” jelasnya.
Prestasi di lapangan hijau diharapkan berjalan selaras dengan capaian akademik, sehingga mahasiswa memiliki kesempatan mengasah minat serta potensinya secara seimbang.
Motivasi Mempertahankan Gelar Juara dan Kualitas Tim
Yudha mengingatkan agar gelar juara tersebut tidak membuat tim cepat puas.
Hasil ini justru harus menjadi pelecut semangat untuk memperkuat sistem latihan menghadapi tantangan mendatang.
“Menjadi juara tentu membanggakan, tetapi mempertahankan kualitas jauh lebih menantang,” katanya.
Ia mempersembahkan trofi kemenangan ini untuk seluruh civitas akademika kampus yang senantiasa memberi dorongan moral maupun material.
“Prestasi ini kami persembahkan untuk seluruh keluarga besar UMP. Semoga gelar ini menjadi awal untuk prestasi-prestasi yang lebih tinggi,” pungkas Yudha.

Awali dengan kepedulian, niscaya akan menjadi gagasan dalam menulis.
Baca update artikel lainnya di Google Berita





















