TABLOIDELEMEN.com – Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) sukses menyelenggarakan pelatihan manajemen perubahan bagi 96 mudir pesantren Muhammadiyah se-Indonesia di Kampus 1 UMP pada tanggal 19 hingga 22 Agustus 2026.
Kegiatan akbar tersebut mengusung tema “Peran Mudir Pesantren sebagai Penggerak dan Motor Perubahan untuk Mewujudkan Pesantren Berkemajuan”.
Tujuannya untuk memperkuat kapasitas pimpinan lembaga dalam menghadapi tantangan zaman yang semakin kompleks.
Strategi Peningkatan Tata Kelola Pesantren
Dr. Fal Arovah Windiani, M.H., menyampaikan bahwa pesantren memegang posisi vital sebagai pusat kaderisasi, dakwah, pembinaan umat, dan pengembangan peradaban di lingkungan Persyarikatan Muhammadiyah.
Oleh karena itu pimpinan lembaga perlu merespons dinamika sosial secara cepat dan tepat.
“Pesantren Muhammadiyah dapat merespons perubahan dengan ijtihad jamai atau ijtihad kolektif agar hukum Islam tetap relevan menghadapi perubahan sosial, ekonomi, dan teknologi,” kata Dr. Fal Arovah Windiani dalam sambutannya.
Ia menambahkan bahwa pesantren perlu membekali para santri dengan nilai keimanan, akhlak mulia, kehati-hatian dalam mengambil keputusan
Serta kemampuan memahami perubahan regulasi hukum di Indonesia.
“Posisi seorang mudir sangat strategis dalam mengarahkan lembaga agar mampu tumbuh, berkembang, beradaptasi, dan memberikan manfaat luas bagi umat,” tegasnya.
Penguatan Kualitas Sumber Daya Manusia
Wakil Rektor III UMP, Drs. Ikhsan Mujahid, M.Si., menyambut hangat seluruh peserta serta menyampaikan apresiasi tinggi kepada Lembaga Pengembangan Pesantren (LPP) Muhammadiyah atas kepercayaan kepada UMP.
Kampus ini sekarang mengelola 57 program studi yang tersebar di 11 fakultas dengan berbagai keunggulan akademik di bidang kesehatan maupun bidang lainnya.
Dr. Maskuri, M.Ed., menyoroti bahwa kuantitas pesantren yang masif harus selalu dengan peningkatan mutu pendidikan serta tata kelola yang profesional.
Pengalaman mengelola pesantren selama dekade terakhir menunjukkan bahwa sumber daya manusia dan manajemen menjadi dua problem utama yang wajib dibenahi secara serius.
Melalui pelatihan intensif ini, para peserta mendapatkan wawasan komprehensif untuk merancang perubahan strategis di institusi masing-masing demi kemajuan mutu pendidikan Islam di Indonesia.

Menulis itu tidak selalu dengan paragraf-paragraf yang panjang. Menulislah tentang perasaan kita dan tentang apa yang ada dipikiran kita. Tanpa tersadar, kita sesungguhnya telah menulis.
Baca update artikel lainnya di Google Berita





















