TABLOIDELEMEN.com – Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) terus memperluas layanan sertifikasi kompetensi bagi mahasiswa.
LSP UMP menambah empat skema sertifikasi baru, sehingga jumlah skema aktif meningkat dari 12 menjadi 16 skema.
Layanan ini memperkuat komitmen kampus dalam menghadirkan layanan sertifikasi yang relevan dengan perkembangan dunia kerja modern.
Pengembangan skema berlanjut melalui pelaksanaan witness atau penyaksian uji kompetensi pertama pada Sabtu, 5 September 2026.
Empat skema baru tersebut meliputi Skema Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), Klaster Digital Marketing, Kualifikasi V Pengelola Zakat, serta Klaster Perancang Program Pelatihan.
Skema K3 memperkuat mahasiswa Teknik Kimia, Agroteknologi, Teknik Rekayasa Elektromedis, dan Teknologi Laboratorium Medik.
Sementara itu, Skema Digital Marketing mendukung kebutuhan mahasiswa Bisnis Digital dalam menguasai strategi pemasaran modern.
Bidang ekonomi syariah mendapatkan Skema Pengelola Zakat untuk mahasiswa Hukum Ekonomi Syariah.
Terakhir, Skema Perancang Program Pelatihan memfasilitasi mahasiswa Psikologi dan FKIP UMP.
Dua asesor lisensi, Moh. Ali Shodiqin serta Shofiullah, menyaksikan langsung proses witness tersebut.
Jajaran pengurus LSP UMP, seperti Teguh Pribadi, Arifin Muslim, Listika Yusi Risnani, dan Amelia Yuliastuti, turut mengawal kegiatan ini.
Penyaksian uji kompetensi menjadi bagian penting dalam penjaminan mutu skema sertifikasi agar sesuai standar resmi.
Perluas Skema Uji Kompetensi Tingkatkan Daya Saing Lulusan
Wakil Rektor I UMP, Saefurrohman, Ph.D., menegaskan pentingnya penyelarasan pendidikan tinggi dengan kebutuhan pasar kerja.
“Pengembangan skema sertifikasi kompetensi ini merupakan langkah penting dalam memperkuat keterkaitan antara proses pendidikan di perguruan tinggi dengan kebutuhan dunia kerja,” katanya.
Menurutnya, Mahasiswa tidak cukup hanya memiliki pengetahuan yang diperoleh melalui proses pembelajaran, tetapi juga perlu memiliki kompetensi.
“Karena itu, kami mendukung pengembangan LSP UMP agar semakin banyak mahasiswa memiliki kesempatan memperoleh sertifikasi sesuai dengan bidang kompetensinya,” ungkap Saefurrohman.
Direktur LSP UMP, Ridho Muktiadi, M.Kom., menjelaskan bahwa penambahan skema baru ini bertujuan memperluas akses bagi seluruh mahasiswa.
Penambahan empat skema baru ini merupakan bagian dari komitmen LSP UMP untuk terus memperluas layanan sertifikasi kompetensi.
“Kami ingin skema yang tersedia benar-benar relevan dengan kompetensi mahasiswa, program studi, serta perkembangan dunia kerja dan dunia profesi,” katanya.
Dengan bertambahnya empat skema ini, LSP UMP kini memiliki 16 skema aktif yang dapat bermanfaat untuk mendukung peningkatan daya saing lulusan,” imbuh Ridho.
Sebagai Lembaga Sertifikasi Profesi Pihak Kesatu (LSP P1), LSP UMP mengoptimalkan fasilitas pendukung.
Lembaga ini kini mengoperasikan 16 skema aktif, 52 asesor kompetensi, serta 16 Tempat Uji Kompetensi (TUK).
Ketersediaan sarana terstandar ini memberikan kepastian uji kompetensi yang berkualitas.
Lulusan UMP berpeluang besar mengantongi sertifikat resmi sebagai bekal menembus dunia kerja, meniti karier profesional, maupun membangun usaha mandiri secara percaya diri.

Awali dengan kepedulian, niscaya akan menjadi gagasan dalam menulis.
Baca update artikel lainnya di Google Berita























