TABLOIDELEMEN.com – Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) resmi menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) bersama PT Cosmotech Multi Mandiri demi memperkuat hilirisasi riset inovasi kampus, Selasa 8 September 2026.
Langkah strategis ini selaras dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) poin sembilan mengenai industri, inovasi, serta infrastruktur.
Sejumlah peneliti serta jajaran dekanat UMP turut menghadiri agenda penting tersebut.
Acara berlanjut dengan Workshop Hilirisasi Riset yang menampilkan langsung berbagai hasil karya penelitian unggulan.
Dr. dr Yenni Bahar, Dr apt Hariyanti, M.Si., serta Haryanto, Ph.D. memaparkan hasil temuan ilmiah mereka dalam sesi presentasi interaktif.
Kerja sama ini memacu para akademisi agar secara konsisten menghasilkan produk yang mampu memberi manfaat nyata bagi publik.
Kolaborasi Hilirisasi Riset Inovasi UMP Menuju Industri
Ketua Panitia Diniatik menjelaskan bahwa sinergi ini bertujuan memperkuat ekosistem komersialisasi hasil riset kampus.
Pengembang produk wajib mengacu pada kebutuhan pasar dengan jaminan mutu serta keamanan tinggi.
“Semoga sinergi ini dapat berjalan secara positif dan konstruktif, sekaligus memperkuat ekosistem riset, inovasi, hilirisasi, hingga komersialisasi hasil penelitian,” katanya.
Komisaris PT Cosmotech Multi Mandiri Wahyudi Setiawan menyampaikan apresiasi tinggi atas terjalinnya kemitraan strategis ini.
Pihaknya mencatat rekam jejak kolaborasi riset perguruan tinggi yang telah membentang selama 11 tahun sejak bersama Universitas Indonesia.
“Bagi kami, MoU ini merupakan satu penghormatan karena MoU ini menyusul kolaborasi hilirisasi riset dengan beberapa kampus,” katanya.
Wahyudi Setiawan berharap komoditas riset civitas akademika UMP segera memasuki tahap pengujian komersial.
“Semoga dalam waktu dekat ini produknya bisa ternotifikasi, bisa di-scale up, industrial scale di tempat kami,” katanya.
Rektor UMP Jebul Suroso menegaskan bahwa kemitraan ini melengkapi komitmen kampus dalam memajukan potensi penelitian lokal.
UMP menyimpan banyak potensi riset pada sektor pertanian, pangan, farmasi, kosmetik, kesehatan, hingga material medis.
“Kalau sudah sampai memproduksi skala besar, apalagi memasarkan, itu tidak bisa dikerjakan secara penuh oleh perguruan tinggi, kami harus berkolaborasi dengan berbagai pihak,” ujarnya.
Melalui integrasi industri ini, karya peneliti kampus tidak hanya berhenti di atas kertas, tetapi berhasil menembus pasar komersial secara luas.
“Kepentingan kami perguruan tinggi, riset inovasi kami sampai di hilirisasi. Syukur sampai komersialisasinya dan dapat untung,” tuturnya.

Awali dengan kepedulian, niscaya akan menjadi gagasan dalam menulis.
Baca update artikel lainnya di Google Berita























