TABLOIDELEMEN.com – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) bersama pemuda Desa Kwadungan menginisiasi Alat Pirolisis Sederhana guna mengolah limbah plastik menjadi minyak, Selasa 8 September 2026.
Inovasi Teknologi Tepat Guna (TTG) ini mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) poin tujuh mengenai energi bersih dan terjangkau.
Langkah kreatif para mahasiswa ini membuka peluang pemanfaatan bahan bakar alternatif dari limbah lingkungan.
“Program ini menunjukkan adanya upaya untuk mengembangkan sumber bahan bakar alternatif dari limbah yang sebelumnya tidak memiliki nilai guna,” kata Mahasiswa KKN UMP Rendra Aji Syahputra.
Rendra menambahkan bahwa teknologi pirolisis memberikan edukasi pengelolaan sampah berbasis teknologi modern.
Keterlibatan pemuda lokal menjadi kunci utama keberlanjutan program pengolahan lingkungan ini.
“Yang paling penting adalah bagaimana teknologi ini dapat dipahami dan dikembangkan bersama oleh masyarakat,” kata Rendra.
Inovasi Olah Sampah Plastik Mahasiswa KKN UMP
Perwakilan pemuda desa Romadon bersama Adit mengungkapkan inspirasi pembuatan alat ini bermula dari unggahan media sosial TikTok.
Eksperimen awal yang memanfaatkan kaleng bekas akhirnya berlanjut ke skala yang lebih besar berkat pendampingan mahasiswa.
“Semoga alat kolaborasi antara KKN dengan para pemuda semakin berkembang. Serta dukungan dari Pemdes untuk menjadikan lingkungan yang sehat,” ungkap Romadon bersama Adit.
Kepala Desa Kwadungan Bagiyo memberikan apresiasi tinggi terhadap terobosan pemuda bersama tim KKN UMP.
Pihaknya merancang rencana pengembangan ke tingkat dusun sebagai percontohan penanganan sampah terpadu.
“Apabila alat ini berhasil, kami berencana untuk mengembangkannya ke dusun-dusun lain sebagai percontohan penanganan sampah di wilayahnya,” katanya.
Tim Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UMP melalui Kepala Bidang Pengabdian Masyarakat dan KKN Ratna Kartika Wati meninjau langsung hasil karya ini pada pameran Expo KKN UMP 2026.
Peninjauan tersebut merupakan bentuk apresiasi resmi atas keberhasilan implementasi teknologi di Desa Kwadungan.

Awali dengan kepedulian, niscaya akan menjadi gagasan dalam menulis.
Baca update artikel lainnya di Google Berita























