TABLOIDELEMEN.com – Tim PPK Ormawa BEM Fakultas Farmasi Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) menghadirkan inovasi brilian PRO-INOVENA.
Progam ini bertujuan untuk mencegah anemia sekaligus memperkuat ketahanan pangan masyarakat Desa Kalisalak
Kegiatan tersebut mengolah hasil BU NILA (Budidaya Nutrisi Ikan Lokal Anti Anemia) menjadi produk pangan bergizi tinggi yang menarik minat warga melalui demonstrasi pembuatan otak-otak dan bakso ikan nila bersama perwakilan kader PKK.
Tasya Suci Rahmadani, selaku anggota Tim PPK Ormawa, memaparkan bahwa ikan nila menyimpan sumber protein hewani dan, zat besi.
Serta vitamin B12 yang sangat esensial dalam mendukung proses pembentukan sel darah merah secara optimal.
Sementara zat besi sangat penting dalam pembentukan hemoglobin.
Sedangkan vitamin B12 berperan dalam pembentukan sel darah merah yang normal.
Oleh karena itu, pemanfaatan ikan nila sebagai bagian dari konsumsi pangan bergizi.
“Harapannya dapat mendukung pemenuhan zat gizi yang diperlukan dalam upaya mencegah anemia,” ungkap Tasya.
Peserta pelatihan mengikuti seluruh tahapan pengolahan secara langsung.
Mulai dari persiapan bahan baku, pencampuran adonan, pembentukan produk, hingga proses pemasakan kuliner bergizi tersebut secara cermat.
Perwakilan kader PKK menunjukkan antusiasme tinggi selama sesi praktik pembuatan makanan sehat.
Pelatihan Pengolahan Produk Olahan Rumah Tangga
Yasmine Aurellia menjelaskan bahwa keterlibatan aktif kader PKK Desa Kalisalak bertujuan untuk membangun kemandirian masyarakat.
Tentunya untuk meneruskan inovasi kuliner bernilai ekonomi tinggi di masa mendatang.
Pemilihan otak-otak dan bakso ikan nila membuka peluang besar bagi warga untuk mengembangkan produk usaha rumah tangga untuk berbagai kalangan usia.
Pendekatan terintegrasi ini memastikan budidaya lokal, dapur pengolahan, dan konsumsi masyarakat berjalan selaras demi mewujudkan desa yang sehat dan mandiri.
“Melalui langkah nyata ini, mahasiswa UMP membuktikan komitmen tinggi dalam memberdayakan masyarakat secara berkelanjutan,”katanya.
“Dengan melibatkan kader lokal sejak proses pelatihan, keberlanjutan program tidak hanya bergantung pada pendampingan mahasiswa. Tetapi mulai terbangun melalui kapasitas masyarakat Desa Kalisalak sendiri,” pungkas Yasmine.

Awali dengan kepedulian, niscaya akan menjadi gagasan dalam menulis.
Baca update artikel lainnya di Google Berita





















