TABLOIDELEMEN.com – Kopi andalan Kabupaten Pekalongan semakin menarik perhatian pasar.
Wilayah selatan dan kawasan pegunungan menjadi sentra perkebunan kopi, antara lain Kecamatan Petungkriyono, Talun, Doro, dan Lebakbarang.
Data pemerintah mencatat produksi kopi perkebunan rakyat Kabupaten Pekalongan mencapai 563,40 ton.
Salah satu nama yang cukup terkenal ialah Kopi Petung dari Kecamatan Petungkriyono. Kopi Petung mencakup jenis robusta dan arabika.
Desa Tlogopakis, Kayupuring, serta Sokokembang menjadi kawasan yang terkait dengan pengembangan kopi tersebut.
Petungkriyono berada pada kawasan berketinggian sekitar 600 hingga 1.600 meter di atas permukaan laut sehingga mendukung pertumbuhan kopi.
Kopi Pekalongan Andalkan Robusta dan Arabika
Selain Kopi Petung, Kabupaten Pekalongan memiliki Kopi Kopung dari Desa Pungangan, Kecamatan Doro.
Kopung merupakan kopi robusta dengan karakter pahit, gurih, dan aroma khas.
Petani setempat masih mempertahankan sejumlah proses pengolahan tradisional sebagai bagian dari identitas produk.
Kemudian, Kecamatan Lebakbarang memiliki Kopi Belanda. Kopi robusta tersebut tumbuh di sejumlah wilayah, termasuk Desa Mendolo.
Ciri tanamannya antara lain pohon tinggi dan biji relatif kecil.
Sementara itu, Kecamatan Talun juga menjadi sentra penting.
Desa Jolotigo dan Sengare memiliki kebun kopi robusta.
Pemerintah Kabupaten Pekalongan kini mendorong peningkatan kualitas, pemasaran, pembiayaan, serta kemitraan agar Kopi Talun mampu menjangkau pasar lebih luas.
Potensi tersebut mulai memperoleh pengakuan pasar internasional.
Pada Maret 2026, sebanyak 19 ton biji kopi robusta asal Pekalongan masuk pasar Yunani.
Pemkab Pekalongan juga menyatakan permintaan masih terbuka sehingga peningkatan kapasitas produksi menjadi perhatian utama.

Menulis itu tidak selalu dengan paragraf-paragraf yang panjang. Menulislah tentang perasaan kita dan tentang apa yang ada dipikiran kita. Tanpa tersadar, kita sesungguhnya telah menulis.
Baca update artikel lainnya di Google Berita























