Kopi Pekalongan Siap Tembus Pasar Dunia Lewat SLI

Penutupan Sekolah Lapang Iklim (SLI) Kopi Robusta Berketahanan Iklim Pekalongan untuk Petani kopi dari Desa Jolotigo dan Sengare, Kecamatan Talun, Kabupaten Pekalongan. Sumber Foto: PROKOMPIM Kabupaten Pekalongan
Penutupan Sekolah Lapang Iklim (SLI) Kopi Robusta Berketahanan Iklim Pekalongan untuk Petani kopi dari Desa Jolotigo dan Sengare, Kecamatan Talun, Kabupaten Pekalongan. Sumber Foto: PROKOMPIM Kabupaten Pekalongan

TABLOIDELEMEN.com – Petani kopi dari Desa Jolotigo dan Sengare, Kecamatan Talun, mengikuti pelatihan Sekolah Lapang Iklim (SLI) Kopi Robusta Berketahanan Iklim Pekalongan.

Kegiatan mengusung tema “Sinergi Ketahanan Iklim & Pemberdayaan Ekonomi” di Gedung Pertemuan Muhammadiyah Talun.

Program ini memperkuat kapasitas petani kopi dalam menghadapi ancaman cuaca ekstrem, meningkatkan produktivitas, serta membuka akses pasar melalui skema closed loop.

Mercy Corps menjalankan program Zurich Climate Resilience Alliance di Kabupaten Pekalongan untuk membangun ketahanan iklim sekaligus memperkuat mata pencaharian warga.

Inisiatif ini menghubungkan komoditas lokal dengan data iklim, praktik pertanian baik, hingga perlindungan risiko finansial.

Bacaan Lainnya

Merangkum laman PROKOMPIM Kabupaten Pekalongan, perwakilan Mercy Corps, Arif Ganda Purnamawa, menjelaskan bahwa pengintegrasian data iklim membantu petani mengantisipasi kekeringan dan curah hujan ekstrem.

“Harapannya bukan akhir dari sebuah proses, melainkan ini awal. Kami akan menginisiasi bagaimana pasar itu kita ekspansi dan skema-skema finansial yang akan kita kembangkan juga dapat diterapkan,” katanya.

Pos terkait

Acer2026