Bupati Banjarnegara Amalia Desiana Sambut Positif Dieng Jadi Lokasi Percontohan Nasional Pertama GI Tourism

Bupati Banjarnegara, Amalia Desiana
Bupati Banjarnegara, Amalia Desiana

TABLOIDELEMEN.com – Bupati Banjarnegara, Amalia Desiana, menyambut positif penetapan Dataran Tinggi Dieng sebagai lokasi percontohan nasional pertama Geographical Indication Tourism (GI Tourism) atau pariwisata berbasis Indikasi Geografis (IG) di Indonesia.

Pemerintah Daerah menilai langkah terobosan ini memunculkan peluang emas guna memperkuat potensi ekonomi lokal masyarakat secara berkesinambungan.

“Banjarnegara yang tadinya tidak masuk dalam daftar, pada akhirnya terpilih menjadi yang pertama untuk GI Tourism,” kata Amalia Desiana.

Niat bersama seluruh pemangku kepentingan menjadi pendorong utama lahirnya manfaat nyata bagi warga wilayah pegunungan.

Sektor pariwisata berbasis indikasi geografis menghadirkan narasi autentik serta kisah menarik dari setiap produk lokal khas daerah.

Bacaan Lainnya

Potensi Kopi Arabika

Wisatawan tidak sekadar menikmati cita rasa kopi khas pegunungan, tetapi juga mempelajari asal-usul hingga kehidupan para petani lokal.

“Pemerintah Kabupaten Banjarnegara berkomitmen penuh untuk terus mendukung hal positif seperti ini,” kata Amalia Desiana.

Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kementerian Hukum Republik Indonesia merancang konsep inovatif ini guna mengubah kekayaan produk lokal menjadi pengalaman wisata berkesan.

Kawasan dataran tinggi Banjarnegara menyimpan tiga produk unggulan berbasis geografis utama

Yaitu Kopi Arabika Pegunungan Dieng Banjarnegara, Carica, serta Purwaceng .

Faktor iklim dingin, struktur tanah vulkanik, tingkat kelembapan udara, serta pengetahuan tradisional warisan leluhur turut membentuk keunikan cita rasa komoditas tersebut.

Pengembangan Potensi Pariwisata Berbasis Indikasi Geografis

Ketua Tim Kerja Pemanfaatan, Utilisasi dan Pengawasan Indikasi Geografis DJKI, Irma Mariana, menegaskan keberadaan produk khas ini menjadi modal penting pengembangan wisata berbasis pengalaman.

“Dalam program ini, kami mengajak wisatawan mengenal lebih jauh cerita, proses produksi, lingkungan geografis, hingga masyarakat yang memproduksi sesuatu yang khas dalam satu daerah,” kata Irma Mariana saat agenda IP Talks & Coffee dalam rangkaian Festival Kopi Dieng pada DCF 2026.

Konsep GI Tourism membuka ruang interaksi langsung antara para pelancong dengan kelompok tani lokal di lokasi perkebunan.

Interaksi interaktif tersebut menciptakan cerita berkesan sekaligus memberikan keuntungan finansial secara langsung bagi pelaku usaha mikro.

DJKI terus mendorong perluasan perlindungan kekayaan intelektual hingga menyentuh ranah hak cipta, seni pertunjukan, festival budaya, serta kekayaan gastronomi daerah.

Pendekatan menyeluruh ini menghubungkan aspek legalitas perlindungan hukum dengan pengembangan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif Banjarnegara secara optimal.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Pos terkait

Acer2026