Transformasi Posyandu dan Penguatan Pelayanan Masyarakat Purbalingga
Masyarakat juga menikmati layanan administrasi kependudukan dari Dinpendukcapil Purbalingga.
Meliputi perekaman serta penerbitan Kartu Keluarga, KTP-el, Kartu Identitas Anak, akta kelahiran, dan akta kematian.
Panitia juga menggelar pengobatan massal dan pemeriksaan kesehatan gratis.
Bupati Fahmi menyampaikan terima kasih kepada TP PKK yang terus membina Posyandu.
Saat ini Posyandu wajib berkembang dari sekadar layanan kesehatan menjadi pusat pelayanan masyarakat yang lebih luas.
“Dari yang tadinya Posyandu hanya berfokus pada kesehatan, kini lebih luas cakupannya memberi pelayanan sektor pendidikan, pekerjaan umum, perumahan dan permukiman, sosial, ketertiban dan sebagainya,” jelasnya.
Fahmi optimistis Posyandu mampu mengambil peran semakin sentral dalam menjangkau kondisi serta aspirasi masyarakat bawah.
Sekaligus menyinergikan berbagai program Pemerintah Kabupaten Purbalingga.
“Kami berharap Posyandu memiliki peran penting dan lebih sentral lagi terhadap kondisi yang ada di masyarakat Purbalingga,” katanya.
“Saya meyakini pemerintah kabupaten dengan provinsi bisa menjangkau lebih dalam lagi kondisi masyarakat dan aspirasinya,” imbuh Fahmi.
Program Rabu Pon
Ketua TP PKK Provinsi Jawa Tengah, Hj Nawal Arafah Yasin, menegaskan bahwa program Rabu Pon tidak hanya menyasar pekarangan rumah, melainkan juga titik-titik rawan bencana.
Gerakan ini membawa manfaat luas, mulai dari pemenuhan gizi keluarga, pemulihan kawasan rawan bencana dan pesisir, hingga menekan dampak perubahan iklim.
“Tanam pohon sebenarnya tidak hanya ditujukan pada pekarangan rumah, tapi juga titik kerawanan bencana,” ujar Nawal.
Nawal menilai program ini makin krusial di tengah berkurangnya tutupan hutan, alih fungsi lahan sawah, dan pengelolaan sampah yang belum optimal.
Dengan kekuatan 2,4 juta kader PKK di Jawa Tengah, gerakan satu pohon per bulan sanggup menghasilkan 28,8 juta pohon setiap tahun.
“Sehingga dari ini kita ikut serta bagaimana melestarikan lingkungan dengan program Rabu Pon ini,” katanya.
Nawal turut menekankan transformasi Posyandu yang kini mengintegrasikan enam Standar Pelayanan Minimal (SPM)
Yaitu pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketenteraman dan ketertiban umum, serta sosial.
“Ini sangat bersentuhan dengan grassroots dan memang saya mengharapkan Posyandu ini tidak hanya pendataan saja,” tegasnya.
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Baznas Jawa Tengah juga menyalurkan berbagai bantuan sosial dan sembako.
Serta pemugaran rumah tidak layak huni (RTLH) bagi warga Desa Tlahab Kidul sebagai lokus penanganan kemiskinan ekstrem.
Sementara itu, Baznas Kabupaten Purbalingga memberikan bantuan indukan ayam untuk mendukung usaha ternak warga.
Wakil Ketua Baznas Provinsi Jawa Tengah, Zain Yusuf, menjelaskan bahwa dana zakat ASN mengalir untuk program produktif seperti pelatihan bioflok lele, hidroponik, boga, hingga digital marketing.
“Tangan kanan kepala daerah adalah APBD, maka tangan kirinya adalah Baznas. Jika tidak bisa melalui APBD, bisa menggunakan Baznas,” kata Zain.

Awali dengan kepedulian, niscaya akan menjadi gagasan dalam menulis.
Baca update artikel lainnya di Google Berita























