TABLOIDELEMEN.com – Jalur pendakian Gunung Slamet melalui Basecamp Bambangan, Desa Kutabawa, Kecamatan Karangreja, Kabupaten Purbalingga, akan tutup sementara mulai Selasa, 15 September hingga Kamis, 17 September 2026.
Penutupan sementara juga berlaku pada jalur pendakian melalui Basecamp Dipajaya, Desa Clekatakan, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang.
Kedua basecamp menghentikan operasional pendakian pada periode yang sama.
Pengelola Basecamp Gunung Slamet via Bambangan telah menyampaikan pengumuman kepada calon pendaki.
Langkah tersebut sekaligus menjadi pemberitahuan agar pendaki dapat menyesuaikan rencana perjalanan selama masa pemeliharaan berlangsung.
Pemeliharaan jalur bertujuan menjaga kondisi sarana dan prasarana agar tetap mendukung keselamatan pendaki.
Pengelola juga menyampaikan apresiasi kepada komunitas pendaki dan calon pendaki atas pengertian serta dukungan terhadap kegiatan perawatan kawasan.
Petugas Pengelola Basecamp Bambangan, Rangkah, menjelaskan bahwa tim akan berfokus pada pembenahan fisik jalur dari titik awal hingga kawasan puncak.
Petugas juga akan menangani persoalan sampah sepanjang trek.
“Kalau fasilitas shelter saat ini masih dalam kondisi baik semua. Intinya pembenahan jalur dari bawah sampai atas, sekaligus pengkondisian sampah,” kata Rangkah
Penutupan Gunung Slamet Fokus Perbaikan Trek
Menurut Rangkah, pembenahan jalur perlu berlangsung karena aktivitas pendakian yang tinggi memberikan dampak terhadap kondisi trek.
Sejumlah bagian jalur mengalami erosi maupun kerusakan sehingga membutuhkan penanganan.
Selain memperbaiki trek, petugas akan membersihkan sampah yang menumpuk pada sejumlah titik.
Kegiatan tersebut mencakup kawasan bawah hingga bagian atas jalur pendakian.
Sementara itu, kondisi shelter masih baik. Karena itu, pengelola lebih memusatkan pekerjaan pada perbaikan jalur dan penanganan sampah selama masa penutupan.
Bagi calon pendaki yang telah menyusun rencana perjalanan pada 15–17 September 2026, pengelola menyarankan penyesuaian jadwal.
Pendaki dapat mengubah waktu keberangkatan atau mempertimbangkan basecamp resmi lain yang masih membuka layanan pendakian.
Meski demikian, calon pendaki perlu memperhatikan aturan terkait tiket.
Pengelola tidak melakukan koordinasi pengalihan tiket secara langsung antar-basecamp.
Artinya, tiket atau pemesanan melalui Bambangan maupun Dipajaya tidak otomatis berlaku pada basecamp lain.
Sejumlah jalur Gunung Slamet melalui basecamp resmi lainnya masih dapat beroperasi.
Namun, status operasional setiap jalur dapat berubah sesuai kondisi lapangan dan kebijakan pengelola.
Karena itu, calon pendaki perlu mengecek informasi terbaru sebelum berangkat.
Pendaki juga perlu memastikan jalur yang hendak digunakan memiliki status operasional yang jelas.
Pemeliharaan selama tiga hari tersebut harapannya mampu mengembalikan kondisi trek agar lebih terawat.
Setelah kegiatan selesai, pengelola berharap aktivitas pendakian dapat kembali berlangsung dengan kondisi jalur yang lebih baik dan mendukung aspek keselamatan.

Satu di antara cara untuk mendapatkan hasil menulis yang maksimal adalah dengan melihatnya sebagai sebuah petualangan.
Hanya dengan berpetualangan, saya mengetahui dan menemukan keberagaman materi tulisan.
Baca update artikel lainnya di Google Berita























