Bupati Purbalingga Minta Generasi Muda Amalkan Pancasila

Bupati Purbalingga Fahmi Muhammad Hanif saat menghadiri Penguatan Relawan Gerakan Kebajikan Pancasila kepada Masyarakat Tahun 2026, di Erhanesia Convention Centre, Purbalingga, pada Minggu 16 Agustus 2026.
Bupati Purbalingga Fahmi Muhammad Hanif saat menghadiri Penguatan Relawan Gerakan Kebajikan Pancasila kepada Masyarakat Tahun 2026, di Erhanesia Convention Centre, Purbalingga, pada Minggu 16 Agustus 2026.

TABLOIDELEMEN.com – Bupati Purbalingga Fahmi Muhammad Hanif menegaskan pentingnya menjadikan Pancasila sebagai pedoman hidup sehari-hari.

Ia menyampaikan bahwa masyarakat tidak boleh memperlakukan Pancasila sekadar sebagai hafalan semata.

Pengamalan nilai-nilai Pancasila terasa semakin krusial pada era pesatnya perkembangan teknologi informasi.

Arus modernisasi yang kuat membawa potensi besar dalam memengaruhi karakter serta moral generasi muda.

Fahmi menyampaikan pesan tersebut saat menghadiri acara Penguatan Relawan Gerakan Kebajikan Pancasila kepada Masyarakat Tahun 2026.

Bacaan Lainnya
81 Tahun RI

Kegiatan berlangsung di Erhanesia Convention Centre, Purbalingga, pada Minggu 16 Agustus 2026.

Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) menggelar acara ini bersama Anggota Komisi XIII DPR RI H Rofik Hananto.

Ratusan pelajar perwakilan Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA) se-Kabupaten Purbalingga antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.

“Pancasila sangat penting sebagai ideologi dan pedoman sehari-hari. Sehingga Pancasila tidak hanya menghafalkan saja. Tetapi betul-betul perlu menjadi pedoman oleh generasi muda sebagai generasi penerus,” pintanya.

Tantangan Era Digital dan Penguatan Karakter

Kemajuan pesat teknologi informasi memberikan tantangan nyata bagi anak-anak muda zaman sekarang.

Kecepatan arus informasi kerap mengikis moral serta cara pandang remaja jika mereka tidak memiliki landasan karakter yang kukuh.

Oleh karena itu, Fahmi mendorong para siswa agar tidak berhenti pada pemahaman teori Pancasila semata.

Para pelajar harus mampu menerapkan nilai-nilai luhur tersebut melalui tindakan nyata.

Seperti aksi kepedulian sosial, budaya gotong royong, serta kontribusi aktif dalam membangun daerah.

“Harapannya nilai-nilai Pancasila harus bisa bermanfaat bagi masyarakat Purbalingga dalam hal kesejahteraan, sosial dan gotong royong dalam memajukan peradaban,” katanya.

Guna menguji pemahaman peserta, Fahmi memberikan tantangan langsung kepada para pelajar untuk menyebutkan contoh konkrit implementasi Pancasila dari sila pertama hingga kelima.

Ujian interaktif ini bertujuan memastikan sejauh mana generasi muda sanggup menerjemahkan konsep ideologi ke dalam praktik kehidupan.

Pos terkait

Acer2026