Data DTSEN di Purbalingga Jadi Sorotan, Bansos Masih Tak Tepat Sasaran

Perubahan kondisi ekonomi masyarakat yang berlangsung cepat membuat Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) lama berpotensi tidak lagi menggambarkan keadaan keluarga penerima secara akurat. Sumber Foto Ilustrasi: Google AI Plus
Perubahan kondisi ekonomi masyarakat yang berlangsung cepat membuat Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) lama berpotensi tidak lagi menggambarkan keadaan keluarga penerima secara akurat. Sumber Foto Ilustrasi: Google AI Plus

TABLOIDELEMEN.com – Jeda antara pengumpulan data dasar dan kondisi masyarakat saat ini menjadi salah satu faktor utama ketidaktepatan sasaran penerima bantuan sosial.

Perubahan kondisi ekonomi masyarakat yang berlangsung cepat membuat data lama berpotensi tidak lagi menggambarkan keadaan keluarga penerima secara akurat.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Purbalingga Slamet Romelan mengatakan, penyaluran program bantuan pemerintah saat ini mengacu pada kelompok kesejahteraan atau desil dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

Data tersebut menggabungkan DTKS Kemensos, P3KE Kemenko PMK, dan Regsosek 2022–2023 yang kemudian melalui proses pemadanan dengan data kependudukan Dukcapil.

Menurut Slamet, data dasar tersebut masih mengacu pada kondisi sosial ekonomi masyarakat pada 2022–2023.

Bacaan Lainnya

Sementara itu, keadaan masyarakat terus mengalami perubahan akibat berbagai faktor, termasuk pekerjaan, pendapatan, dan kondisi keluarga.

“Kondisi sosial ekonomi masyarakat berkembang. Seseorang bisa saja sejahtera hari ini. Namun besok bisa jatuh miskin karena sakit atau kehilangan pekerjaan,” kata Slamet Romelan, Sabtu 12 September 2026.

Pos terkait

Acer2026