BPS Purbalingga Perluas Program Desa Cantik di Tiga Wilayah

Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Purbalingga secara resmi mencanangkan Program Desa Cinta Statistik (Desa Cantik) tahun 2026 sebagai langkah strategis memperkuat akurasi data dari level akar rumput.
Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Purbalingga secara resmi mencanangkan Program Desa Cinta Statistik (Desa Cantik) tahun 2026 sebagai langkah strategis memperkuat akurasi data dari level akar rumput.

TABLOIDELEMEN.com – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Purbalingga secara resmi mencanangkan Program Desa Cinta Statistik (Desa Cantik) tahun 2026 sebagai langkah strategis memperkuat akurasi data dari level akar rumput.

Melalui agenda yang berlangsung di Aula Politeknik Madyatika, Rabu 2 Februari 2026 instansi tersebut berkomitmen mewujudkan tata kelola data yang mutakhir guna mendukung efektivitas pembangunan daerah.

Berbeda dari periode sebelumnya yang hanya menyasar satu wilayah per tahun, BPS Purbalingga kini memperluas jangkauan ke tiga titik sekaligus di Kecamatan Kalimanah.

Lokasi sasaran tersebut mencakup Desa Bebakan, Desa Kalimanah Wetan, dan Kelurahan Kalikabong.

Penambahan kuantitas ini menandai ambisi pemerintah daerah untuk mengakselerasi literasi statistik hingga ke tingkat perangkat desa.

Bacaan Lainnya
Milo

Kepala BPS Kabupaten Purbalingga, Slamet Romelan, menegaskan bahwa inisiatif ini bertujuan menggeser peran desa dalam rantai informasi nasional.

“Program ini bukan hanya administratif, tetapi langkah nyata untuk menempatkan desa sebagai pelaku pembangunan, bukan sekadar objek,” ungkapnya.

Program Desa Cantik di Tiga Wilayah

Kepada peserta Focus Group Discussion (FGD) Standar Pelayanan Publik, ia meminta implementasi Program Desa Cantik berfokus pada pendampingan intensif bagi aparatur desa agar mampu mengelola standarisasi data secara mandiri.

BPS menuntut adanya sinkronisasi antara data lokal dengan standar nasional agar pemerintah pusat dapat segera memanfaatkan informasi tersebut.

“Harapannya, transparansi informasi meningkat melalui pemanfaatan teknologi digital yang lebih mudah masyarakat akses,” katanya.

Slamet Romelan menambahkan bahwa kemampuan mengolah data menjadi kunci keberhasilan kebijakan publik.

Aparatur desa dan kelurahan tidak hanya mengumpulkan data, mereka diharapkan mampu memahami, mengelola, hingga mendiseminasikan informasi secara benar.

“Selain itu, kami akan menyelaraskan standarisasi data dengan standar nasional sehingga dapat langsung dimanfaatkan oleh pemerintah pusat maupun daerah,” katanya.

Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan dan Kemasyarakatan, Tri Gunawan Setiadi, memberikan dukungan penuh atas nama Pemerintah Kabupaten Purbalingga.

Menurutnya, perencanaan pembangunan yang terarah hanya bisa lahir dari kualitas data yang komprehensif.

“Dengan meningkatnya literasi dan partisipasi statistik, kualitas data akan semakin komprehensif dan akurat sehingga kebijakan dan program benar-benar berbasis data dan riset,” tutur Tri Gunawan.

Guna mempermudah aksesibilitas, BPS Purbalingga turut memperkenalkan aplikasi Sigma yang memungkinkan warga memperoleh data terpercaya melalui ponsel pintar.

Komitmen ini semakin kuat dengan penyerahan penghargaan bagi Desa Kebutuh, Kecamatan Bukateja, atas keberhasilannya masuk jajaran delapan besar Desa Cantik terbaik tingkat Jawa Tengah pada tahun sebelumnya.

“Prestasi tersebut kini menjadi standar bagi desa-desa lain dalam menjaga kualitas data demi kesejahteraan publik,” tegas Tri Gunawan
.

 

 

Pos terkait

Milo