TABLOIDELEMEN.com – Pemerintah merencanakan pembukaan rekening bank bagi 200 juta lebih masyarakat Indonesia dengan dana awal Rp50 ribu per rekening.
Langkah strategis ini menjadi pintu utama warga untuk terhubung langsung dengan berbagai program ekonomi nasional.
Ke depan, pemerintah menyalurkan bantuan sosial tunai secara langsung ke rekening penerima tanpa mekanisme tunai atau perantara.
CEO Danantara Indonesia Rosan Roeslani mengonfirmasi kesiapan bank-bank Himbara, khususnya BRI dan BSI.
Bank BRI melayani pembukaan rekening masyarakat di seluruh wilayah Indonesia, sementara BSI berfokus khusus untuk kawasan Aceh.
Jaringan luas kedua bank tersebut mendukung percepatan pelaksanaan program skala nasional ini.
“BRI dan BSI memang sudah koordinasi untuk melakukan rencananya agar pembukaan rekening di seluruh Indonesia melalui BRI dan untuk Aceh itu bisa dengan BSI, bisa terlaksana dengan secepatnya,” jelas Rosan Roeslani.
Skema Anggaran Pembukaan Rekening Bank Secara Nasional
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memperkirakan kebutuhan anggaran program ini mencapai Rp11 triliun dari APBN.
Pemerintah terus membahas mekanisme penyaluran dan tahap pelaksanaan bersama Bank Indonesia serta Otoritas Jasa Keuangan.
Saldo awal Rp50 ribu memungkinkan masyarakat langsung menggunakan rekening untuk transaksi pertama secara digital melalui sistem QRIS.
“Dari APBN. Totalnya kalau 200 juta penduduk kan berarti kira-kira 600 juta dolar AS atau sekitar Rp11 T lah,” paparnya.
Pemerintah memadukan data NIK Dukcapil dengan sistem pembayaran perbankan guna mengaktifkan rekening secara massal.
Pemberian saldo awal tersebut bertujuan mendorong masyarakat aktif memanfaatkan fasilitas transaksi keuangan digital secara optimal.
Skema terpadu ini memperkuat inklusi serta literasi keuangan seluruh lapisan masyarakat secara merata.

Menulis itu tidak selalu dengan paragraf-paragraf yang panjang. Menulislah tentang perasaan kita dan tentang apa yang ada dipikiran kita. Tanpa tersadar, kita sesungguhnya telah menulis.
Baca update artikel lainnya di Google Berita






















