Pemutakhiran Data DTSEN Capai 33,13 Persen
Slamet menjelaskan, jeda antara data lama dan kondisi terkini menjadi salah satu penyebab ketidaktepatan sasaran dalam penyaluran bantuan sosial.
“Ini penyebab masih sering terjadinya ketidaktepatan sasaran dalam penyaluran bantuan sosial (bansos),” katanya.
Ia menambahkan, proses pemutakhiran data lintas kementerian dan lembaga yang mencakup kondisi terbaru masyarakat saat ini baru mencapai sekitar 33,13 persen.
Karena itu, BPS terus melakukan pembaruan DTSEN secara berkala setiap tiga bulan.
Langkah tersebut bertujuan meminimalisasi tingkat ketidaktepatan atau error dalam penyaluran bansos.
Pembaruan data menjadi penting agar bantuan pemerintah dapat menyasar keluarga sesuai kondisi sosial ekonomi terkini.
Dengan data yang lebih mutakhir, pemerintah memiliki dasar lebih kuat dalam menentukan kelompok masyarakat yang membutuhkan bantuan.

Menulis itu tidak selalu dengan paragraf-paragraf yang panjang. Menulislah tentang perasaan kita dan tentang apa yang ada dipikiran kita. Tanpa tersadar, kita sesungguhnya telah menulis.
Baca update artikel lainnya di Google Berita























