Uji Coba Penyajian MBG Prasmanan Dapat Dukungan Anggota DPR

Badan Gizi Nasional menguji coba skema Makan Bergizi Gratis prasmanan di Jawa Tengah. dan penerapannya terbukti efektif.
Badan Gizi Nasional menguji coba skema Makan Bergizi Gratis prasmanan di Jawa Tengah. dan penerapannya terbukti efektif.

TABLOIDELEMEN.COM – Badan Gizi Nasional menyelenggarakan uji coba penyajian program Makan Bergizi Gratis secara prasmanan pada sepuluh kabupaten atau kota di Jawa Tengah sejak Senin, 5 Oktober 2026.

Anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi PKS, Muhammad Harris, mendukung penuh skema baru tersebut apabila hasil evaluasi menunjukkan dampak positif bagi para murid  penerima manfaat.

Uji coba skema penyajian ini berlangsung selama dua pekan. Pemerintah melakukan evaluasi menyeluruh sebelum mengambil keputusan terkait kelanjutan penerapannya.

Bacaan Lainnya

Sepuluh daerah uji coba meliputi Kota Semarang, Kabupaten Semarang, Grobogan, Rembang, Pekalongan, Pemalang, Batang, Sragen, Kudus, hingga Jepara.

Langkah inovatif ini menjadi opsi strategis dalam mengembangkan pola pelayanan nutrisi harian.

Sistem prasmanan menyajikan hidangan segar secara langsung kepada para murid  di sekolah.

“Cara ini efektif menjaga kualitas sajian serta meningkatkan kegembiraan anak-anak saat menyantap makanan bergizi,” katanya.

Evaluasi Kelayakan Sebelum Penerapan Skema Secara Nasional

Merangkum laman Badan Gizi Nasional, Muhammad Harris menilai model prasmanan sanggup menjaga suhu hidangan agar tetap hangat sewaktu anak-anak menyantapnya.

Pernyataan tersebut mengemuka di sela kegiatan Pelatihan Ideologi Kepemimpinan Regional II pada Hotel Grasia Semarang, Sabtu, 10 Oktober 2026.

“Saya kira salah satu opsi yang bagus yang sudah diujicobakan itu prasmanan. Karena memang kalau prasmanan itu makanannya masih hangat dan anak-anak saya lihat itu dicoba, antusias sekali dengan model MBG yang prasmanan tadi,” ujarnya.

Meskipun memberikan apresiasi, Harris menekankan kepastian keberlanjutan skema ini sepenuhnya bergantung pada hasil uji coba lapangan.

Jika fakta membuktikan makanan tetap higienis dan anak-anak makin bersemangat, pemerintah patut memperluas jangkauan program tersebut.

“Kalau memang ini bagus, makanan masih hangat lalu disajikan dan kemudian anak-anak antusias dengan program ini, saya kira enggak ada salahnya ini kita lanjutkan,” kata Harris.

Hasil uji coba komprehensif mendasari keputusan pelaksaan skala besar.

Penerapan sistem harus memperhitungkan kesiapan infrastruktur serta kondisi geografis daerah masing-masing demi efektivitas program secara menyeluruh.

 

 

Pos terkait