TABLOIDELEMEN.COM – Bonita Bitya Ailsha, murid Kelas 7D SMP Negeri 2 Purbalingga, meraih prestasi luar biasa dalam Lomba Baca Puisi memperingati Bulan Bahasa Tahun 2026.
Gadis kecil berkacamata dan penuh talenta ini sukses menembus posisi Peringkat Pertama cabang Lomba Baca Puisi yang menyelenggarakan oleh Musyawarah Guru Mata Pelajaran Bahasa Indonesia (MGMP) SMP Kabupaten Purbalingga.
Ajang kompetisi tersebut mempertemukan deretan talenta hebat dari berbagai SMP katanya di Aula SMP Negeri 1 Padamara Senin, 5 Oktober 2026.
Bonita membacakan puisi karya monumental Taufiq Ismail berjudul Kembalikan Indonesia Padaku dengan penghayatan sangat mendalam.
Penampilan penuh pesona tersebut memikat hati dewan juri hingga membuahkan total nilai tertinggi mencapai 177 poin.
Capaian angka mengagumkan ini menobatkan Bonita sebagai pemenang utama Lomba Baca Puisi.
Kemenangan manis ini otomatis mengantarkan Bonita menjadi wakil resmi Kabupaten Purbalingga menuju ajang serupa tingkat Provinsi Jawa Tengah.
Menyukai Lomba Baca Puisi dan Terpilih Mewakili Sekolah
Perjalanan mengenal dunia sastra sudah bermula sejak Bonita menduduki bangku Sekolah Dasar Negeri 1 Penambongan.
Kemauan belajar tinggi membimbing langkah Bonita meniti karier seni.
“Selain puisi, saya tertarik dengan cerita dongeng serta monolog, hingga terus berkembang memasuki SMP Negeri 2 Purbalingga,” katanya.
Dukungan serta pengamatan cermat dari para guru bahasa Indonesia wakil SMP Negeri 2 Purbalingga meyakinkan potensi besar Bonita.
Kepercayaan penuh para guru memantapkan langkah Bonita melaju sebagai kandidat wakil SMP Negeri 2 Purbalingga.
Kesempatan emas tersebut membakar semangat sang juara untuk memberikan penampilan panggung terbaik.
“Saya tidak menyangka bisa menjadi kandidat dari SMP Negeri 2 Purbalingga,” ungkapnya.
Saat akan melangkah ke ajang perlombaan, Bonita membayangkan tantangan utama muncul.
Fokus utama berada pada proses menentukan penekanan nada serta penghayatan emosi puisi.
Namun, pengalaman berlatih mandiri di rumah membantu mempertajam pemahaman makna bait demi bait.
Pembimbing khusus bereputasi nasional memberi arahan intensif dan menggembleng kemampuan vokal serta kepekaan Bonita untuk mematangkan teknik vokal.
“Saya berlatih bersama Pak Gustaf hanya satu hari, namun kebanyakan latihan di rumah,” katanya.
Ketegangan Arena Lomba Baca Puisi SMP
Suasana ruang kompetisi menyajikan pengalaman berharga sewaktu giliran tampil nomor dada 33 tiba.
Bonita mengamati penampilan para peserta lain guna mempelajari kelebihan sekaligus mencatat aspek kekurangan panggung.
Sikap kritis tersebut membantunya menguasai panggung dengan sangat tenang.
Perhatian utama tertuju pada artikulasi pengucapan kata agar terhindar dari kesalahan pembacaan teks puisi.
“Kesalahan peserta lain dari pengucapan, maka sebaik mungkin jangan pernah salah membaca,” jelasnya.
Persiapan menghadapi ajang tingkat Provinsi Jawa Tengah membutuhkan ketahanan mental kuat serta porsi latihan ekstra.
“Harapan saya, bisa menjadi yang terbaik, membawa harum nama Kabupaten Purbalingga dan SMP Negeri 2 Purbalingga ke tingkat provinsi,” tegasnya.

Menulis itu tentang mau atau tidak. Saya meyakini hambatan menulis bukan karena tidak bisa menulis, tetapi karena merasa tidak bisa menulis dengan baik
Baca update artikel lainnya di Google Berita




















