TABLOIDELEMEN.com – Materi aksara Jawa kerap menjadi momok menakutkan bagi kalangan siswa.
Fakta menunjukkan hampir sebagian besar murid belum mampu membaca aksara Jawa secara lancar.
Kondisi tersebut mendorong pegiat bahasa aksara Jawa, Ahmad Fikri, menciptakan solusi praktis lewat metode Cara Ngapak.
Bukan berarti membaca memakai logat banyumasan, istilah Cara Ngapak merupakan singkatan dari lima huruf utama aksara Jawa, yaitu Ca, Ra, Nga, Pa, serta Ka.
Metode ini bertujuan memangkas beban ingatan siswa agar proses belajar mengajar berjalan lebih efisien.
“Sebenarnya yang menjadi kendala saat mempelajari aksara Jawa itu pada metode, karena dari dulu sifatnya hanya hafalan. Kami suguhkan tidak perlu menghafal,” urai Fikri
Sebagai gambaran praktis, proses belajar bermula dari aksara Ca yang memiliki bentuk simpul pada bagian kiri bawah.
Serta sudut lancip menghadap ke dalam bagian atas kanan.
Melalui pengenalan bentuk dasar ini, siswa otomatis sanggup menguasai huruf lain tanpa beban.
Misalnya, modifikasi bentuk Ca mampu menghasilkan aksara Sa jika menghilangkan sudut lancip bagian atas.
Selanjutnya, membalik posisi Ca akan membentuk aksara Da.
Pola serupa berlaku saat menghilangkan simpul Ca untuk memunculkan huruf Wa, atau mengganti simpul bawah menggunakan gerigi bagian tengah demi membentuk huruf Dha.
Fikri menegaskan bahwa penemuan ini terbukti efektif mempercepat kemampuan baca para pelajar pada berbagai sekolah.
Keunggulan sistem ini bahkan telah mengantongi penghargaan terbaik pada ajang olimpiade siswa tingkat nasional.
Penguasaan metode ini juga menjadi modal dasar berharga guna memahami naskah kuno beraksara Kawi.
“Hanya dengan mengingat lima aksara Jawa ini, maka bisa mengingat semuanya, prinsipnya tidak menghafal tetapi memahami metodenya,” pungkas Fikri.

Bagi saya yang juga seorang ibu rumah tangga, menulis dapat dijadikan media terapi. Berbagi cerita, mengungkapkan emosi, meredakan stres, dan melepaskan kebosanan.
Baca update artikel lainnya di Google News


















