TABLOIDELEMEN.com – Manajemen Persibangga Purbalingga menerima bonus sebesar Rp50 juta dari Bupati Purbalingga Fahmi Muhammad Hanif.
Manajer Persibangga, Uut Triyas Yanuar menjelaskan bahwa Bupati Fahmi memberikan apresiasi tersebut kepada para pemain serta ofisial tim kesebelasan Persibangga Purbalingga.
Penghargaan ini mengapresiasi keberhasilan tim menuntaskan misi Liga 4 Nasional Piala Presiden hingga sukses naik kasta menuju Liga 3 Nasional atau Liga Nusantara.
“Kami mencatat telah memberikan bonus dengan total Rp232 juta. Dari Mas Fahmi, Bupati Purbalingga sebanyak Rp50 juta dan yang lainnya dari manajemen serta Persibangga Fans,” ungkap Uut kepada wartawan usai acara pembubaran tim di Sekretariat Persibangga, Kamis 9 Juni 2026.
Uut yang juga menjabat sebagai Ketua Askab PSSI Purbalingga mengatakan, usai penyerahan bonus tersebut, manajemen juga resmi mengakhiri masa tugas skuad Laskar Jenderal Soedirman.
Hal itu seiring selesainya musim kompetisi Liga 4 Nasional 2025/2026.
“Tim kesebelasan Persibangga dalam liga 4 Nasional Resmi kami bubarkan. Manajemen mengucapkan terima kasih telah menuntaskan Liga 4 Nasional 2025/2026,” tutur Uut.
Siap Berkompetisi di Liga 3 Nusantara

Ia menambahkan, keberhasilan menuju kompetisi Liga Nusantara ini sendiri terwujud, setelah pasukan Persibangga Purbalingga menumbangkan Unaaha Konawe melalui skor telak 5-1 pada Minggu, 5 Juli 2026.
Kemenangan manis tersebut menempatkan Persibangga pada posisi ketiga klasemen akhir grup B babak 8 besar Liga 4 Nasional.
“Persibangga menjadi salah satu dari enam tim yang berhak naik kasta menuju Liga Nusantara musim depan,” tambahnya.
Melengkapi kegembiraan atas pencapaian bersejarah ini, Bupati Purbalingga Fahmi pada Rabu, 8 Juli 2026 sore telah memimpin langsung konvoi perayaan bersama ribuan suporter Persibangga.
Manajer Uut Triyas Yanuar bersama mantan Manajer Persibangga Hamzah Asadullah turut mendampingi Bupati Fahmi dalam acara tersebut.
Kelompok pendukung setia seperti Braling Mania, Curva Noord, Southern Boys, serta masyarakat luas mengiringi pawai dengan penuh antusiasme.

Menulis itu tidak selalu dengan paragraf-paragraf yang panjang. Menulislah tentang perasaan kita dan tentang apa yang ada dipikiran kita. Tanpa tersadar, kita sesungguhnya telah menulis.
Baca update artikel lainnya di Google Berita



















