TABLOIDELEMEN.com – 42 pakar bahasa dan sastra Jawa di Provinsi Jawa Tengah sukses menyusun bahan ajar bimbingan teknis guru utama guna memperkuat pelestarian bahasa daerah
Progam Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah ini merupakan tahap lanjutan usai rapat koordinasi bersama pemerintah daerah
“Ini bentuk komitmen nyata pelindungan bahasa daerah yang rutin sejak 2021,” kata Kepala Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah, Dwi Laily Sukmawati
Laily menegaskan bahwa pelindungan bahasa memerlukan dukungan pemerintah daerah selaku pemilik sekaligus penutur bahasa Jawa.
Sinergi berbagai pihak menjadi kunci keberhasilan program revitalisasi tersebut. “Pelestarian bahasa adalah tanggung jawab bersama,” tambahnya.
Rangkaian program pelindungan bahasa tahun 2026 mencakup berbagai tahap, mulai rapat koordinasi hingga Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) pada Oktober mendatang.
Meskipun menghadapi keterbatasan anggaran, para pakar tetap memberikan masukan agar program berjalan optimal.
Pakar bahasa Jawa, Imam Sutarjo, menekankan pentingnya apresiasi bagi peserta lomba FTBI dalam forum diskusi tersebut.
“Kebanggaan sebagai juara tetap penting meski tanpa hadiah besar,” ungkapnya.
Menurutnya, FTBI merupakan agenda yang mampu menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap bahasa daerah.
Balai Bahasa mengharapkan penyusunan bahan ajar ini mendukung kelancaran bimbingan teknis.
“Melalui upaya tersebut, pemerintah berupaya memperkuat pelindungan serta pengembangan bahasa Jawa secara berkelanjutan pada masa depan,” katanya.

Awali dengan kepedulian, niscaya akan menjadi gagasan dalam menulis.
Baca update artikel lainnya di Google Berita

















