TABLOIDELEMEN.com – “Waraga” resmi menjadi identitas visual utama untuk perhelatan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah XVII tahun 2026 Oktober mendatang.
Sosok makhluk mitologi ini lahir dari tangan kreatif Ari Krispriyanto, seorang desainer asal Desa Winong, Kecamatan Mirit, Kabupaten Kebumen, yang berhasil memenangkan sayembara tingkat provinsi tersebut.
Ari menjelaskan bahwa nama maskot pilihannya memiliki makna filosofis yang sangat erat dengan semangat kompetisi.
Inspirasi utama desain ini berasal dari makhluk mitologi khas Semarang, Warak Ngendog, yang melambangkan akulturasi budaya, persatuan, serta keharmonisan di Jawa Tengah.
“Penamaan Waraga merupakan singkatan dari Warak Olahraga,” kata Ari, Senin 6 April 2026.
Secara visual, Waraga tampil unik dengan mengenakan blangkon, rompi beskap, sabuk kuning, serta pakaian olahraga berwarna biru.
Tangan kanannya memegang obor Tugu Muda sebagai simbol semangat yang menyala.
Ari tetap mempertahankan pakem utama Warak Ngendog seperti wajah naga, tubuh kambing atau unta, dan ekor kambing
“Namun kemasannya dengan sentuhan modern agar relevan bagi generasi masa kini,” katanya.
Proses kreatif pembuatan maskot ini ternyata menyimpan tantangan luar biasa karena keterbatasan waktu.
Ari mengaku hanya memiliki waktu satu minggu untuk melakukan riset dan mematangkan konsep dasar.
Tekanan semakin besar saat ia harus menyelesaikan puluhan ilustrasi gerakan olahraga dalam durasi yang sangat singkat.
“Saya harus menyelesaikan 59 pictogram dalam 8 hari saja karena terpotong libur Lebaran. Alhamdulillah, semua selesai pada 19 Maret lalu,” ungkap Ari.
Prestasi ini menambah deretan kesuksesannya setelah sebelumnya merancang maskot Pilgub Jateng 2024 bernama “Semarbots”.
Kemenangan ini menjadi bukti bahwa talenta dari wilayah pedesaan mampu bersaing di level tinggi.
Ari berharap capaiannya dapat memacu semangat para atlet, khususnya dari Kabupaten Kebumen, untuk menaklukkan keterbatasan demi meraih prestasi tertinggi.
“Jangan jadikan keterbatasan alat atau tempat sebagai penghambat untuk maju dan menaklukkan kompetisi,” pungkasnya.

Meletakkan literasi digital menjadi urgensi, sebagai upaya transformasi untuk menghasilkan talenta digital dan menjadi rujukan informasi yang ramah anak, aman tanpa konten negatif.
Baca update artikel lainnya di Google News


















