Pengalaman Unik Menggugah Semangat Patriotisme Pelajar
Kesan mendalam turut terpancar dari Lindha Andiny, murid kelas X Akuntansi A asal Desa Mendelem, Kecamatan Belik, Kabupaten Pemalang.
“Sangat luar biasa. Karena saya dari Mendelem Pemalang, jadinya jarang lah ke sini. Ke sini juga masih kecil, pemandangan Goa Lawa yang sangat bagus dan estetik, jadinya terkesan banget,” katanya.
Ia mengaku mengikuti upacara di dalam perut bumi ini berhasil membangkitkan semangat patriotismenya untuk mengenang jasa para pejuang kemerdekaan.
“Khidmat sekali tadi upacara. Terkesan sekali, tergugah untuk terus merawat Indonesia. Menjaga kebudayaannya, menjaga tempat-tempat bersejarahnya, dan belajar dengan baik,” katanya.
Shoibul, guru pendamping SMK Ma’arif NU Karangreja, menjelaskan bahwa pihak sekolah telah menjalin kerja sama rutin dengan manajemen Golaga.
“Setiap tahunnya itu bergiliran. Untuk tahun ganjil itu kita bertugas di kecamatan, tahun genap biasanya bertugas di Golaga,” katanya.
Petugas Paskibra terdiri dari 9 anak yang mencakup ajudan, pemimpin upacara, serta komandan peleton.
Pihak sekolah juga menerjunkan 16 anak untuk paduan suara dan 25 anak sebagai peserta upacara.
Keikutsertaan ini bertujuan memupuk semangat nasionalisme sekaligus mengenalkan keunggulan sekolah ke masyarakat luas.
“Murid-murid kita punya prestasi. Baik di tingkat kecamatan maupun umum seperti objek wisata Golaga ini,” katanya.
Shoibul menambahkan bahwa keterlibatan para murid sejalan dengan implementasi mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn).
“Ini sebagai bentuk patriotisme, nasionalisme anak-anak, baik yang bertugas, paduan suara, maupun peserta upacara,” tuturnya.

Menulis itu tentang mau atau tidak. Saya meyakini hambatan menulis bukan karena tidak bisa menulis, tetapi karena merasa tidak bisa menulis dengan baik
Baca update artikel lainnya di Google Berita




















