Pasar Sengget Owabong Purbalingga Tawarkan Sensasi Belanja Unik Pakai Bambu, Tak Ada Getok  Harga

Objek Wisata Air Bojongsari atau Owabong Water Park Purbalingga memiliki keunikan tersendiri dalam menata outlet kuliner dan souvenir dengan sebutan Pasar Sengget atau Pasar Gantar
Objek Wisata Air Bojongsari atau Owabong Water Park Purbalingga memiliki keunikan tersendiri dalam menata outlet kuliner dan souvenir dengan sebutan Pasar Sengget atau Pasar Gantar

TABLOIDELEMEN.com – Objek Wisata Air Bojongsari atau Owabong Water Park Purbalingga memiliki keunikan tersendiri dalam menata outlet kuliner dan suvenir.

Destinasi wisata air yang berada pada wilayah Desa Bojongsari ini menyuguhkan deretan outlet dengan model transaksi jual beli yang tidak biasa bagi para pengunjung.

Keunikan tersebut muncul karena penjual dan pembeli berinteraksi dari jarak jauh akibat sekat tembok pembatas.

Untuk menyiasati kondisi tersebut, para pedagang memanfaatkan sebatang bambu utuh berdiameter sekitar 5 sentimeter sepanjang 4 meter sebagai alat bantu utama.

Pada ujung bambu, terikat sebuah ember kecil sebagai wadah untuk menaruh barang pesanan serta uang pembayaran.

Bacaan Lainnya
AirAsia

Sensasi Belanja Unik Pakai Bambu

Outlet yang berada pada area luar kawasan objek wisata Owabong ini populer dengan nama Pasar Sengget, sebuah istilah yang merujuk pada alat mengambil barang yang jauh.

Selain itu para pedagang setempat juga kerap menggunakan sebutan Pasar Gantar, berasal dari bahasa Jawa yang bermakna bambu kecil dan panjang.

Bukan hanya cara bertransaksinya yang unik, bentuk fisik kios pada Pasar Sengget Owabong pun tergolong tidak lazim.

Seluruh pedagang membangun outlet yang tinggi agar posisi dagangan sejajar dengan tembok keliling Owabong.

Desain ini bertujuan mempermudah calon pembeli dari sisi dalam tembok melihat pajangan barang dagangan.

Secara keseluruhan, terdapat 72 outlet yang menyuguhkan variasi makanan dan minuman.

Mulai dari bakso, nasi goreng, nasi rames prasmanan, mendoan, hingga jajanan anak.

Pengunjung juga dapat menjumpai minuman ringan serta suvenir berupa kaos dan perhiasan.

Meskipun 15 kios di dalam kawasan objek wisata menjajakan barang serupa, para pedagang luar tembok ini tetap mampu meraup keuntungan.

Tak Ada Getok  Harga

Demi kelancaran transaksi, pembeli sebaiknya membayar menggunakan uang pas.

Cara ini sangat efektif agar penjual tidak perlu repot menyodorkan gantar berkali-kali untuk memberikan uang kembalian.

“Tetapi pastinya, harganya masih normal. Mendoan isi 4 hanya Rp10.000. Tidak ada istilahnya pedagang getok harga kepada pembeli,” kata Humas Perumda Owabong Purbalingga, Mas’ud, Selasa 14 Juli 2026.

Meskipun beroperasi pada luar area utama, manajemen Owabong tetap memberikan perhatian besar bagi para pedagang Pasar Gantar.

“Kami secara konsisten menjalankan pembinaan yang mengedepankan aspek pelayanan dan kebersihan.

Selain itu, manajemen juga memfasilitasi perolehan sertifikat halal dari Kemenag serta menyeragamkan bentuk outlet agar memberi kesan rapi.

“Kami berikan bantuan memfasilitasi outletnya serta pembinaan cara melayani pembeli. Setiap tahun kita juga memberikan bantuan. Karena mereka itu juga warga sekitar,” pungkas Mas’ud.

 

Pos terkait

Milo