TABLOIDELEMEN.com – Ratusan aparatur sipil negara dan pegawai Badan Usaha Milik Daerah memeriahkan Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia melalui berbagai lomba tradisional.
Agenda ini memilih tempat Halaman Pendopo Dipokusumo, Jumat 7 Agustus 2026
Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Purbalingga, Siswanto, membuka acara secara resmi.
Menurutnya, perlombaan Agustusan bukan sekadar ajang hiburan, melainkan sarana mempererat kebersamaan, kekompakan, serta semangat gotong royong bagi lingkungan Pemerintah Kabupaten Purbalingga.
“Momentum peringatan kemerdekaan hendaknya menjadi pengingat akan nilai-nilai perjuangan, persatuan, dan kebersamaan. Semangat itu harus terus kita bawa dalam menjalankan tugas memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujarnya.
Kepala Dindagkop UKM Kabupaten Purbalingga, Agung Widiarto, menjelaskan bahwa perhelatan tahun ini melibatkan 645 peserta dari 32 instansi.
Kelompok tersebut terdiri atas 22 organisasi perangkat daerah, dua rumah sakit umum daerah, dan delapan BUMD.
Sebanyak tujuh cabang perlombaan tersaji, antara lain estafet sarung, estafet air, estafet bola pingpong, memasukkan paku ke dalam botol, cantol ceting beregu, makan kerupuk berpasangan, serta balap balon.
“Pemenang memang sudah terpilih, tetapi yang lebih penting adalah semangat kebersamaan yang terbangun. Kami berharap suasana kekeluargaan seperti ini semakin memperkuat kolaborasi dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” katanya.
Agung menambahkan, penyerahan hadiah berlangsung bersamaan dengan upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, 17 Agustus 2026, pada Alun-alun Purbalingga.
Dewan juri menetapkan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan sebagai juara paku botol.
Sedangkan Satpol PP menjadi juara lomba cantol caping. Bapperida menjuarai estafet pingpong, RSUD Panti Nugroho unggul pada lomba makan kerupuk, Dinperinaker memenangkan joget balon, Sekretariat Daerah memimpin estafet sarung, serta BKK Jateng menjuarai estafet air.

Bagi saya yang juga seorang ibu rumah tangga, menulis dapat dijadikan media terapi. Berbagi cerita, mengungkapkan emosi, meredakan stres, dan melepaskan kebosanan.
Baca update artikel lainnya di Google News


















