TABLOIDELEMEN.com – Titik Wahyuningsih, M.Hum., akademisi Universitas Muhammadiyah Purwokerto, sukses meraih juara pertama ajang Profil Perempuan Aisyiyah Berkemajuan.
Kompetisi tingkat daerah tersebut berlangsung tanggal 18 Juli 2026 pada Aula Syamsuhadi Irsyad kampus setempat.
Acara tersebut menjadi sarana menampilkan sosok perempuan Aisyiyah yang penuh inspirasi dan memiliki karya inovatif.
Serta memberi sumbangsih nyata terhadap keluarga, persyarikatan, maupun masyarakat luas.
Rangkaian kompetisi mengusung beberapa tahapan seleksi ketat.
Tahap awal mencakup penyerahan tayangan video profil yang menjalani proses penyaringan awal oleh tim juri.
Seleksi tersebut meloloskan 14 peserta untuk mengikuti sesi wawancara bersama empat juri.
Materi wawancara meliputi pemahaman keagamaan, wawasan kemuhammadiyahan serta keaisyiyahan, pembentukan keluarga sakinah, hingga peran aktif tengah masyarakat.
Selanjutnya, perhelatan memasuki babak pemungkas.
Enam finalis wajib menjawab satu pertanyaan acak rentang waktu maksimal dua menit.
Sesi tes lisan tersebut berlangsung depan seluruh hadirin yang meliputi dewan juri, tamu undangan, serta pendukung dari pelbagai cabang.
Perempuan Aisyiyah Berkemajuan
Pada kesempatan tersebut, Titik Wahyuningsih menerima pertanyaan mengenai ketahanan pangan serta konsep Qaryah Thayyibah.
Pertanyaan tersebut menuntut peserta merancang program berdampak nyata meskipun memiliki keterbatasan lahan, sekaligus konsisten menjaga kelestarian lingkungan hidup.
Menanggapi pertanyaan tersebut, dosen UMP tersebut membagikan pengalaman keluarganya saat mengolah sampah organik rumah tangga memanfaatkan budidaya maggot.
Pengolahan sampah melalui pengerjaan maggot awalnya bertujuan menguraikan sisa makanan dapur.
Langkah inovatif ini terbukti mampu memangkas volume sampah organik secara signifikan.
Proses berikutnya, keluarga membiakkan maggot sebagai pakan utama unggas ayam pemeliharaan rumah.
Memanfaatkan lahan tempat tinggal tipe 36, keluarga sang akademisi sanggup memelihara 10 ekor ayam secara efisien.
Produksi telur dari ternak tersebut menjadi penopang kebutuhan pangan harian keluarga.
Hasil olahan maggot yang berupa sisa pupuk organik kasgot turut berguna menyuburkan aneka tanaman buah pot.
Pengolahan sampah secara mandiri mampu menciptakan rantai pangan keluarga yang tangguh sekaligus ramah lingkungan.
“Dengan cara sederhana ini, ketahanan pangan keluarga tetap terjaga sekaligus mendukung kelestarian lingkungan,” ungkap Titik.
Sementara itu, Ketua Pimpinan Daerah Aisyiyah Banyumas, Dr. Zakiyah, M.S.I., menyampaikan rasa bangga atas capaian prestasi tersebut.
Hasil kemenangan ini membuktikan kualitas, inovasi, serta semangat kader Aisyiyah Banyumas sanggup memberi inspirasi bagi masyarakat luas.
“Kami berharap akan semakin banyak perempuan Aisyiyah yang berani menunjukkan potensi terbaiknya demi mewujudkan Aisyiyah yang berkemajuan,” ujar Dr. Zakiyah.

Awali dengan kepedulian, niscaya akan menjadi gagasan dalam menulis.
Baca update artikel lainnya di Google Berita


















