TABLOIDELEMEN.com – Badan Keuangan Daerah (Bakeuda ) Kabupaten Purbalingga menyelenggarakan jalan sehat unik untuk memeriahkan peringatan Hari Ulang Tahun Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Kegiatan ini berlangsung meriah pada Jumat, 14 Agustus 2026 dengan melibatkan seluruh pegawai serta anggota Dharma Wanita.
Panitia memadukan olahraga jalan kaki bersama kompetisi bernuansa edukatif yang bertajuk Semarak Kemerdekaan Bakeuda Jalan Sehat dan Lomba Orientering Kebangsaan.
Para peserta menempuh rute seru mulai dari Kantor Bakeuda Jalan Onje menuju lokasi akhir di Kantor Bakeuda Jalan Sidodadi.
Inovasi Peringatan Kemerdekaan Melalui Orientering
Kepala Bakeuda Purbalingga, Imam Khasbulah menegaskan, bahwa lembaganya sengaja memilih konsep orientering kebangsaan agar kegiatan terasa jauh lebih semarak.
Langkah ini bertujuan mengajak seluruh peserta mengenang kembali proses panjang perjuangan pahlawan bangsa dalam merebut kemerdekaan dari tangan penjajah.
“Kami mengisi kegiatan dengan tanya jawab sejarah nasional, wawasan kebangsaan, dan pengetahuan tentang Purbalingga,” kata Imam Khasbulah menjelaskan konsep acara.
Pihaknya ingin menyampaikan nilai-nilai perjuangan melalui cara yang menyenangkan serta menyehatkan bagi seluruh keluarga besar Badan Keuangan Daerah.
Skema Pemberangkatan dan Pembagian Tim Peserta
Sekretaris Bakeuda sekaligus Ketua Panitia Isti Sulistianawati memerinci bahwa sebanyak 61 pegawai serta 22 anggota Dharma Wanita mengikuti lomba ini.
Panitia membagi puluhan peserta tersebut ke dalam delapan kelompok kerja, yang terdiri dari enam tim pegawai dan dua tim Dharma Wanita.
Pemberangkatan peserta berlangsung secara berurutan berdasarkan kemampuan setiap tim dalam menjawab pertanyaan sejarah nasional dari panitia secara berebutan.
Setiap kelompok harus menunjukkan kekompakan serta kecepatan berpikir sejak bendera start berkibar di garis awal.
Peserta Memecahkan Teka-Teki Rute
Pelaksanaan Lomba Orientering Kebangsaan ini menghadirkan tiga rute berbeda yang masing-masing menyimpan tiga titik singgah tersembunyi.
Panitia menempatkan titik singgah pertama di Alun-Alun Purbalingga.
Sementara lokasi lainnya berada di tengah-tengah pemukiman padat warga.
Peserta wajib menyusuri gang-gang kecil pemukiman warga demi menemukan lokasi titik singgah sesuai panduan teka-teki yang panitia bagikan.
“Setiap tim harus mencari titik-titik singgah tersebut dengan menjawab teka-teki sederhana dari panitia sebagai petunjuk,” ujar Isti Sulistianawati.
Keberhasilan menjawab pertanyaan seputar wawasan kebangsaan serta pengetahuan daerah Purbalingga menghasilkan poin bernilai tinggi bagi setiap kelompok.
Penentuan Pemenang dan Penyelesaian Rute Lomba
Sementara untuk ketepatan menjawab pertanyaan di setiap pos singgah terpadu dengan kecepatan waktu tempuh menjadi penentu peringkat pemenang secara adil.
“Nilai yang terkumpul dari jawaban pertanyaan dipadukan dengan waktu tempuh menghasilkan nilai keseluruhan yang menentukan peringkat setiap tim,” lanjut Isti Sulistianawati.
Seluruh kelompok menempuh jarak sejauh dua kilometer dari titik keberangkatan awal yang mulai sejak pukul 08.00 WIB.
Seluruh rangkaian kompetisi berakhir sukses pada pukul 09.15 WIB setelah peserta terakhir melintasi garis finis di Kantor Bakeuda Sidodadi.

Menulis itu tentang mau atau tidak. Saya meyakini hambatan menulis bukan karena tidak bisa menulis, tetapi karena merasa tidak bisa menulis dengan baik
Baca update artikel lainnya di Google Berita




















