TABLOIDELEMEN.com – Mantan Bupati Banyumas, Mardjoko, menyoroti pentingnya langkah konkret dalam menjaga Bahasa Banyumasan agar tidak punah.
Karena saat ini tercatat sedikitnya 29 titik komunitas belajar bahasa lokal yang terus bergerak aktif di berbagai wilayah.
Upaya ini bertujuan memastikan tutur kata khas kerakyatan tersebut tetap menggema di tengah masyarakat modern yang mulai meninggalkan akar budayanya.
“Bahasa Banyumasan ini ada yang mulai mandek, ada yang masih berjalan. Tapi kami dorong terus, karena ini bagian dari identitas,” tutur Mardjoko
Saat menyaksikan pagelaran wayang kulit bertema Babat Kalisrayu pada Sabtu malam, 28 Maret 2026, Mardjoko menilai bahwa tanpa dorongan terus-menerus, kekayaan linguistik daerah tersebut bisa kehilangan penutur aslinya dalam beberapa dekade mendatang.

Satu di antara cara untuk mendapatkan hasil menulis yang maksimal adalah dengan melihatnya sebagai sebuah petualangan.
Hanya dengan berpetualangan, saya mengetahui dan menemukan keberagaman materi tulisan.
Baca update artikel lainnya di Google Berita


















