TABLOIDELEMEN.com – Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata (Dinporabudpar) Kabupaten Banyumas tengah bersiap menyelenggarakan perhelatan budaya bertajuk Banyumas Ngibing 2026.
Agenda tahunan tersebut hadir sebagai bentuk perayaan Hari Tari Sedunia yang jatuh setiap 29 April.
“Banyumas Ngibing yang akan terselenggara pada 2 hingga 3 Mei 2026 di kawasan Kota Lama Banyumas,” tutur Pengolah Data dan Informasi Dinporabudpar Banyumas, R. Rendy Kusuma Anggara, Rabu 29 April 2026.
Rendy mengajak seluruh lapisan masyarakat agar hadir serta meramaikan kemeriahan acara tersebut.
Pihak panitia menggandeng sejumlah seniman serta konseptor ternama, termasuk Rianto, guna menyusun konsep acara secara matang.
Dalam kolaborasi ini, Dinporabudpar berperan aktif selaku fasilitator kegiatan.
Upaya tersebut bertujuan melestarikan kesenian daerah sekaligus memacu pertumbuhan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.
Rendy menjelaskan bahwa agenda ini mengemban misi strategis bagi kemajuan daerah.
“Kegiatan ini memiliki sejumlah tujuan strategis, mulai dari pelestarian budaya hingga peningkatan kunjungan wisatawan,” ungkapnya.
Promosi Wisata Melalui Kolaborasi Kreatif
Selain itu, event ini menjadi wadah ekspresi bagi para seniman lokal Banyumas dan sekitarnya.
Pemerintah daerah berharap besar terhadap keberlanjutan program ini pada masa mendatang.
“Harapannya, event ini ke depan bisa masuk dalam Kalender Karisma Event Nasional tahun 2027,” imbuh Rendy.
Pelaksanaan Banyumas Ngibing 2026 turut merangkul puluhan pelaku UMKM demi menggerakkan roda perekonomian rakyat.
Para pengunjung dapat menjumpai beragam gerai yang menawarkan kuliner khas hingga kerajinan tangan unik.
“Nantinya akan ada banyak tenant UMKM yang menjajakan makanan, minuman, hingga kerajinan atau suvenir kepada para pengunjung,” jelas Rendy.
Guna menjaring wisatawan, Dinporabudpar meluncurkan strategi promosi masif melalui media sosial dan videotron pusat kota.
Kerja sama dengan pemengaruh lokal serta pelaksanaan tabletop di Jakarta menjadi langkah nyata untuk menarik minat pembeli asal Jabodetabek.
“Kami juga memiliki program Akademi Konten Kreator untuk mendorong kreator lokal agar turut mempromosikan pariwisata Banyumas,” pungkasnya.

Satu di antara cara untuk mendapatkan hasil menulis yang maksimal adalah dengan melihatnya sebagai sebuah petualangan.
Hanya dengan berpetualangan, saya mengetahui dan menemukan keberagaman materi tulisan.
Baca update artikel lainnya di Google Berita

















