TABLOIDELEMEN.COM – Masyarakat Kabupaten Cilacap serta wilayah Banyumas Raya merasakan perubahan cuaca mencolok.
Suhu udara pagi hari terasa lebih dingin, sementara siang hari terasa semakin panas dan terik.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Cilacap menyatakan kondisi tersebut menandakan awal musim kemarau.
Ketua Tim Kerja Pelayanan Data dan Diseminasi Informasi BMKG Cilacap, Teguh Wardoyo, menjelaskan sejumlah indikator meteorologi menunjukkan sebagian besar wilayah Cilacap memasuki fase peralihan.
“Secara umum wilayah Cilacap dan sekitarnya sudah tampak tanda-tanda musim kemarau. Suhu udara pagi hari mulai terasa lebih dingin, sedangkan siang hari terasa lebih panas karena tutupan awan semakin sedikit sehingga sinar matahari langsung mencapai permukaan bumi,” ujar Teguh, Minggu 14 Juni 2026.
Pola angin kini mulai didominasi angin timuran yang memicu berkurangnya pembentukan awan hujan.
Data BMKG mencatat curah hujan terus menurun secara signifikan.
Bahkan, memasuki awal Juni, intensitas hujan sangat minim.
BMKG memprediksi puncak musim kemarau akan terjadi pada Agustus 2026 dengan curah hujan sangat rendah, yaitu nol hingga 50 milimeter per bulan.
Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan risiko kekeringan pada sejumlah wilayah.
Selain masalah kekeringan, BMKG memperingatkan masyarakat pesisir serta nelayan perairan selatan Jawa untuk mewaspadai ancaman gelombang tinggi akibat penguatan angin timuran.
BMKG meminta pengguna jasa transportasi laut selalu waspada terhadap potensi bahaya tersebut.
“Angin timuran saat ini mulai konsisten. Jika kecepatan angin meningkat, tinggi gelombang laut juga berpotensi naik. Saat puncak angin timur, gelombang di perairan selatan Jawa bisa mencapai lebih dari tiga meter,” jelas Teguh.

Satu di antara cara untuk mendapatkan hasil menulis yang maksimal adalah dengan melihatnya sebagai sebuah petualangan.
Hanya dengan berpetualangan, saya mengetahui dan menemukan keberagaman materi tulisan.
Baca update artikel lainnya di Google Berita

















