TABLOIDELEMEN.com – Pemerintah Kabupaten Purbalingga mengajak dunia usaha mengambil peran lebih besar dalam percepatan penanggulangan kemiskinan melalui penyaluran Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) atau Corporate Social Responsibility (CSR) yang terarah, terintegrasi, serta berdampak nyata.
Ajakan tersebut tersampaikan saat Sosialisasi Gerakan Purbalingga Gotong Royong di OR Graha Adiguna, Kamis 2 Juli 2026.
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Purbalingga, Suroto, menyebut Gerakan Purbalingga Gotong Royong sebagai strategi kolaboratif guna menyinergikan pemerintah, dunia usaha, BAZNAS, perguruan tinggi, media, serta masyarakat.
“Permasalahan kemiskinan tidak bisa terselesaikan hanya oleh pemerintah. Perlu keterlibatan seluruh pemangku kepentingan. Dunia usaha memiliki peran sangat strategis melalui program TJSL yang terarah dan bersinergi dengan program pembangunan daerah,” ujarnya.
Suroto menjelaskan, angka kemiskinan Purbalingga terus menunjukkan tren penurunan. Namun, tantangan penghapusan kemiskinan ekstrem masih cukup besar.
Saat ini, terdapat 14 desa prioritas dengan berbagai kebutuhan mendesak, mulai dari perbaikan rumah layak huni hingga penyediaan air bersih dan sanitasi.
Selama lima tahun terakhir, kontribusi TJSL mencapai lebih dari Rp30,7 miliar.
Meski demikian, potensi tersebut masih bisa meningkat melalui integrasi sistem kolaborasi.
“Yang kita bangun ini agar bagaimana setiap rupiah CSR yang tersalurkan benar-benar tepat sasaran, tidak tumpang tindih, dan memberikan dampak berkelanjutan bagi masyarakat,” katanya.
Seluruh program akan mengacu pada basis data SIPINTER guna memastikan bantuan tepat sasaran.
Selain itu, pemerintah membentuk Forum TJSL-BU sebagai wadah koordinasi.
Suroto menegaskan bahwa TJSL merupakan investasi sosial yang memberikan manfaat luas bagi masyarakat.
“Insya Allah akuntabel. Seluruh program terlaksana oleh bapak dan ibu sendiri, terkoordinasi melalui Forum TJSL. Serta terlaporkan melalui aplikasi SIPINTER,” tegasnya.

Awali dengan kepedulian, niscaya akan menjadi gagasan dalam menulis.
Baca update artikel lainnya di Google Berita


















