TABLOIDELEMEN.com – Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Dinporapar) Kabupaten Purbalingga menyelenggarakan tes tertulis serta wawancara Pemilihan Kakang Mbekayu Duta Wisata Kabupaten Purbalingga Tahun 2026.
Sebanyak 80 peserta mengikuti seleksi di GOR Indoor Sasana Krida Perwira, Kamis 4 Juni 2026.
Para peserta yang lolos seleksi administrasi tersebut berasal dari kalangan pelajar SMA, SMK, MA, mahasiswa, hingga masyarakat umum.
Plh Kepala Dinporapar Kabupaten Purbalingga, Tri Gunawan Setyadi, menjelaskan bahwa tahapan ini berfungsi mengukur wawasan pariwisata, budaya, kemampuan pemasaran digital
Serta keterampilan komunikasi peserta. Langkah tersebut menjadi bekal penting dalam menjalankan peran duta wisata.
“Melalui kegiatan ini kami ingin menyiapkan generasi muda yang mampu mengeksplor dan mempromosikan potensi pariwisata serta ekonomi kreatif yang ada di Kabupaten Purbalingga,” katanya.
Tri Gunawan Setyadi menambahkan, wilayah ini menyimpan potensi wisata besar, termasuk lebih dari 30 desa wisata yang kaya akan budaya, alam, dan ekonomi kreatif.
Perkembangan teknologi informasi pun menuntut promosi pariwisata beralih ke media digital.
Oleh karena itu, generasi muda harus aktif mengoptimalkan media sosial.
“Harapannya anak-anak mampu memanfaatkan media sosial untuk mempromosikan potensi wisata dan ekonomi kreatif Kabupaten Purbalingga,” ujarnya.
Semangat muncul dari para peserta seleksi. Agis Dwi Rahmadani dari SMA Negeri 1 Karangreja, mengaku mengikuti ajang tersebut demi kelestarian budaya lokal.
“Saya ingin memperkenalkan pariwisata Purbalingga kepada masyarakat luar daerah dan ikut melestarikan budaya yang ada,” katanya.
Sementara, Farhan RD dari Bank Artha Perwira, menilai media sosial sangat efektif untuk menciptakan konten menarik bagi publik.
Begitu pula dengan Nasywa Mutiara Bilqis dari SMA Negeri 2 Purbalingga.
Nasywa berkomitmen memproduksi konten kreatif dan inovatif guna mengenalkan segala potensi wisata daerah secara luas.

Bagi saya yang juga seorang ibu rumah tangga, menulis dapat dijadikan media terapi. Berbagi cerita, mengungkapkan emosi, meredakan stres, dan melepaskan kebosanan.
Baca update artikel lainnya di Google News


















