TABLOIDELEMEN.com – Peringatan Hari Buruh muncul melalui perjuangan para pekerja demi meraih hak-hak layak saat perubahan industri melanda dunia.
Abad ke-19 menyaksikan kondisi kerja buruk, durasi tugas panjang, serta upah rendah memicu perlawanan kaum buruh.
Amerika Serikat mencatat pemogokan pertama pada 1806 oleh kelompok Cordwainers sebagai awal usaha memangkas jam kerja.
Tokoh seperti Peter McGuire serta Matthew Maguire memimpin aksi protes guna menuntut waktu kerja manusiawi bagi semua buruh.
McGuire memprakarsai parade perdana pada 1882 guna menyerukan aturan delapan jam kerja sehari secara konsisten.
Semangat tersebut menyebar hingga Oregon menetapkan status libur umum bagi Hari Buruh pada 1887 silam.
Puncak aksi massa terjadi saat 400.000 buruh berunjuk rasa massal pada 1 Mei 1886 demi standar waktu kerja.
Tragedi berdarah Haymarket Square mengakibatkan ratusan nyawa melayang namun memperkuat tekad persatuan kaum pekerja sedunia.
Peristiwa memilukan tersebut memberi peringatan keras mengenai harga sebuah keadilan bagi kelas pekerja.
Kongres Sosialis Dunia akhirnya menetapkan 1 Mei sebagai hari peringatan internasional bagi buruh pada tahun 1889.
Resolusi tersebut menyulut perayaan May Day secara serentak guna menuntut hak serta keadilan bagi seluruh buruh.
Tonggak Sejarah Penetapan Hari Buruh Nasional
Gerakan global ini menginspirasi berbagai negara termasuk wilayah Nusantara saat masa kolonial Belanda masih berlangsung.
Indonesia memulai sejarah peringatan ini sejak 1 Mei 1918 melalui inisiatif Serikat Buruh Kung Tang Hwee.
Aksi tersebut bermula usai Adolf Baars memprotes harga sewa tanah buruh yang terlalu murah bagi kepentingan perkebunan.
Pergolakan politik terus membawa isu buruh menjadi agenda penting saat memasuki masa kemerdekaan bangsa.
Kabinet Sjahrir secara resmi mengajukan penetapan Hari Buruh pada 1 Mei 1946 guna menghargai peran kelas pekerja.
Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1948 menyusul dengan mengatur larangan bekerja bagi buruh setiap tanggal 1 Mei.
Akhirnya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menetapkan tanggal tersebut sebagai Hari Libur Nasional pada 2013.
Momen 1 Mei menjadi kesempatan menghargai jasa para pejuang hak pekerja guna membangun masa depan lebih sejahtera.
Memahami sejarah panjang tersebut membantu generasi muda mengambil peran aktif dalam mewujudkan dunia kerja yang adil.
Semangat persatuan tetap menjadi kunci utama bagi kemajuan serta kesejahteraan seluruh masyarakat secara berkelanjutan.

Menulis itu tidak selalu dengan paragraf-paragraf yang panjang. Menulislah tentang perasaan kita dan tentang apa yang ada dipikiran kita. Tanpa tersadar, kita sesungguhnya telah menulis.
Baca update artikel lainnya di Google Berita







