Desa Patak Banteng Tawarkan Pesona Wisata Lereng Prau, Ragam Atraksi Selain Pendakian

Desa Wisata Patak Banteng di Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, kini memperkuat posisinya sebagai destinasi unggulan di kawasan Dataran Tinggi Dieng.
Desa Wisata Patak Banteng di Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, kini memperkuat posisinya sebagai destinasi unggulan di kawasan Dataran Tinggi Dieng.

TABLOIDELEMEN.com – Desa Wisata Patak Banteng di Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, kini memperkuat posisinya sebagai destinasi unggulan di kawasan Dataran Tinggi Dieng.

Desa yang berada tepat di samping jalur utama Wonosobo-Dieng ini tidak lagi sekadar menjadi pintu masuk bagi para pendaki Gunung Prau setinggi 2.590 mdpl.

Melalui rilis resmi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, desa ini memperkenalkan berbagai daya tarik baru yang mencakup wisata petualangan hingga pengalaman agrowisata yang autentik.

Wisatawan kini dapat menikmati sensasi berkeliling kawasan menggunakan jip wisata yang memacu adrenalin.

Selain itu, masyarakat setempat membuka kesempatan bagi pengunjung untuk terlibat langsung dalam aktivitas harian seperti berkebun kentang, wortel, dan cabai lokal.

Bacaan Lainnya
Milo

Pengunjung juga memiliki kesempatan memanen buah carica yang merupakan penganan khas daerah, serta melihat proses peternakan kambing secara langsung.

Interaksi erat dengan warga lokal ini memberikan perspektif baru bagi pelancong mengenai kehidupan masyarakat agraris di pegunungan.

Aspek budaya turut menjadi magnet tersendiri bagi wisatawan yang berkunjung ke lereng Prau ini.

Desa Patak Banteng rutin menyelenggarakan tradisi Baritan Terang Bulan setiap bulan Suro pada malam ke-10 dalam penanggalan Jawa.

Daya tarik yang beragam ini terbukti mendongkrak angka kunjungan secara signifikan.

Demi menjaga keselamatan para pendaki, pengelola secara rutin menggelar pelatihan Search and Rescue (SAR) bagi masyarakat lokal.

Upaya pelestarian lingkungan juga menjadi prioritas utama melalui program reboisasi berkelanjutan bersama pihak Perhutani.

Sebagai langkah menjaga ekosistem, pihak pengelola menutup total jalur pendakian setiap Januari hingga Maret guna memberikan waktu bagi alam untuk memulihkan diri secara alami.

Pos terkait

Milo