TABLOIDELEMEN.com – Raden Ajeng Kartini mengukir sejarah besar melalui karya literasi bertajuk Habis Gelap Terbitlah Terang.
Buku Habis Gelap Terbitlah Terang ini merangkum kumpulan surat yang Kartini kirimkan kepada sahabat-sahabatnya di Belanda, terutama Stella Zeehandelaar.
Melalui goresan pena tersebut, sang pahlawan nasional menuangkan pemikiran serta impian besar bagi kaum perempuan di zamannya.
Awalnya, kumpulan surat ini terbit dalam bahasa Belanda dengan judul Door Duisternis tot Licht yang secara harfiah bermakna “Dari Kegelapan Menuju Cahaya”.
Pada tahun 1922 dan 1939, barulah buku ini mengalami proses alih bahasa ke dalam bahasa Indonesia.
Seiring waktu, karya tersebut menjelma menjadi instrumen paling berpengaruh dalam sejarah pergerakan emansipasi wanita di tanah air.
Sebagai perempuan bangsawan dari Jepara, Kartini menunjukkan keberanian luar biasa dalam mengekspresikan aspirasi lewat tulisan.
Walaupun hidup di tengah keterbatasan zaman, ia tetap konsisten memperjuangkan hak pendidikan yang setara.
Baginya, pengetahuan merupakan fondasi utama bagi kemajuan kaumnya.
Buku ini menjadi jendela yang membuka pandangan terhadap kondisi sosial dan budaya masa lampau.
Kartini mengeksplorasi berbagai hambatan yang mengekang perempuan Jawa, mulai dari keterbatasan akses pendidikan hingga ketiadaan ruang untuk berkembang.
Ia menyuarakan perlawanan terhadap norma sosial yang membelenggu serta mengadvokasi hak-hak perempuan secara lugas.
Karya ini juga menyoroti keberanian Kartini dalam membahas isu sensitif yang dianggap tabu kala itu.
Ia tidak hanya bicara soal sekolah, namun juga menyentuh persoalan pernikahan dini, poligami, dan peran strategis perempuan dalam struktur masyarakat. Hal ini membuktikan bahwa Kartini memiliki visi yang melampaui masanya dalam memperjuangkan kesetaraan gender.

Awali dengan kepedulian, niscaya akan menjadi gagasan dalam menulis.
Baca update artikel lainnya di Google Berita

















